Tampilkan postingan dengan label mindset. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mindset. Tampilkan semua postingan

J A R A K



"Mencintai itu susah kalau saling berjauhan, mudah bosannya. Akhirnya tertarik sama yang baru, yang bisa lansung menghibur, bisa diajak makan, jalan-jalan, ketawa bareng dan lain-lain"

Kalimat tersebut rasanya merupakan ungkapan keputus asaan. Sejatinya, mencintai dalam jauh tidak selamanya akan berakhir sengsara. Jika memang bertekad kuat, tentu setiap orang bisa melewatinya. Memang awalnya akan terasa berat. Setiap saat akan ada tuntutan dari hati untuk menerima setiap godaan yang datang. Sebab memang, yang tadinya terbiasa bersama, akan kalang kabut ketika berjarak. 

Itu tergantung prinsip. Sejauh mana prinsip dalam hidupmu mengartikan jarak. Jika lemah, tak berjarakpun akan menjadi bencana. Setidaknya berprasangka baiklah terlebih dahulu sebelum mengkahiri semuanya. 

Jarak bukanlah alasan untuk meninggalkan. Jarak adalah proses pendewasaan. Apakah kita mampu menjaga kepercayaan. Menyingkirkan segala godaan. Melawan segala kerikil-kerikil kecil yang membuat jalan ke depannya sedikit mengganggu. 

Percayalah, setiap waktu yang dilalui dengan rasa kepercayaan, membuat jarak menjadi hal menyenangkan. Kuncinya adalah kesabaran dan rasa saling memiliki yang besar. Jika dua hal ini dapat hadir dalam setiap langkah kita, akan ada jaminan sebuah kebahagiaan dengan jarak. 

Lagi pula, bagaimana mungkin tercipta rindu jika tak ada jarak? Kalau sudah berbicara tentang rindu, maka sang penjajal jaraklah yang jadi ahlinya. Bagaimana tidak, temu yang tertahan membuat rasa semakin bertahan. Tidak jarang jarak menjadi kesempatan untuk mendoakan lebih intim lagi. 

 

"MENGAJAR", Apa Sebenarnya Yang Dicari?


Desember tahun 2014 adalah waktu terbahagia yang pernah kulalui. Berhasil menyelesaikan studi sarjana di jurusan Pendidikan Bahasa Arab merupakan salah satu pencapaian hebat. Namun, setelah hari itu, semuanya terasa semakin berat. Berusaha menjadi seorang yang berguna di mata keluarga adalah beban terberat. Syukurlah, pesantren yang dulunya tempat saya belajar bersedia menampung. Menjadi seorang pengajar memang merupakan salah satu prospek dari jurusanku sewaktu kuliah. 

Tahun pertama mengajar
Ketika itu saya begitu menikmati menjadi seorang pendidik. Semua hal-hal kecil selalu saya perhatikan. Berpakaian rapi, datang tepat waktu dan selalu tersenyum kepada para murid. Mengajar merupakan hal yang begitu saya senangi waktu itu. Saya selalu berusaha menjadi guru favorit bagi para murid. berbagai metode yang dulunya saya pelajari di kampus, sedikit demi sedikit saya terapkan. Tidak jarang, para murid kelihatan sangat menikmati. 

Tahun kedua.
Tahun ini saya masih sangat antusias dengan proses belajar mengajar. Saya mulai mengembangkan beberapa metode pembelajaran, menggunakan media-media teknologi serta menyelipkan beberapa lelucon di sela-sela mengajar. Maklum, yang saya ajar waktu itu adalah murid-murid kelas 7 dan 8 tsanawiyah atau setingkat dengan SMP. 

Tahun ketiga
Hobi dan kesenangan-kesenangan lainnya mulai kembali saya geluti. Yah, hitung-hitung sebagai penghilang stres. Jadi paginya mengajar lalu sore atau malam harinya melakukan hobi. Saat itu saya masih bisa menyeimbangkan antara hobi dan pekerjaan. Memang terasa nikmat ketika bisa mengatur waktu. 

Tahun keempat
Nah, di sini adalah cobaan terbesar saya sebagai seorang pengajar. Di tahun ini, saya bukan hanya sebagai seorang guru, namun diamanahkan sebuah jabatan yang begitu penting. Di saat yang bersamaan hobi yang kegeluti selama ini begitu menyenangkan. Dengan waktu yang begitu padat dalam pekerjaan serta antusias hobi yang begitu sangat menggoda membuat saya kelabakan. Saya selalu merasa ingin melakukan keduanya dengan maksimal. 

Tahun kelima
Tahun yang begitu berat menurutku sebagai seorang pengajar. Dengan jabatan yang memiliki tugas begitu penting, serta memiliki kelas yang banyak, membuat saya sempat kocar-kacir. Kadang ada tugas yang terbengkalai karena pada waktu yang bersamaan tuntutan hobi yang kujalani juga semakin mendesak. Yah, saya sadar bahwa jangan sampai hobi menganggu pekerjaan. Namun, entah karena pada saat itu saya masih sangat muda dan begitu terpikat dengan sebuah hobi, sehingga menganggu tugas utama saya sebagai pengajar. Walhasil, saya melepas jabatan penting itu. Lalu mulai menimbang-nimbang tentang ke depannya. Akhirnya pertengahan 2019, saya berniat hijrah ke kota lain. Sebab menurutku, semakin berada dalam zona nyaman, maka semakin lemah mental saya ke depannya. Semakin kurang tekanan dalam hidup ini. 

Alhamdulillah saya diterima di sekolah yang begitu terkenal dan begitu disiplin. MAN INSAN CENDEKIA Gorontalo merupakan sebuah sekolah yang sejak kuliah saya sudah amati dan berniat untuk bergabung di sana. Saat itu saya sangat bersyukur sekaligus bersedih, sebab akan meninggalkan kota kelahiran, tidak tinggal bersama keluarga dan hidup sendiri di kota lain. 

Namun, kekhawatiran saya tidak seperti yang saya bayangkan. berada dalam wilayah baru dengan kenalan dan rekan kerja yang baru juga tidak begitu buruk. Alhasil, saya begitu menikmati menjadi pengajar di sekolah ini. Siswa-siswa yang begitu bisa diandalkan, fasilitas serta gedung-gedung sekolah yang begitu mewah serta gaji yang lumayan besar membuat saya betah. 

Selama setahun saya menjalaninya, membuat saya semakin bahagia dan menikmati perjalanan ini. Saya kembali menemukan kekuatan untuk menjadi seorang guru yang hebat. Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin menjadi guru yang ketika mengajar semua murid di kelas berbahagia. 

Akhirnya, ketika ada kesempatan untuk mendaftar menjadi seorang pegawai negeri, saya juga ikut mendaftar dan singkat cerita dengan waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit, saya lulus dan resmi menjadi abdi negara di sebuah madrasah ibtidaiyyah di Kabupaten Pohuwato Gorontalo.

Tuntutlah Ilmu Walau Dalam Masa Pandemi

Awal tahun pembelajaran biasanya menjadi ajang suka cita bagi beberapa pegiat sekolah, baik itu siswa, orang tua dan guru. Sekolah baru, teman baru, guru baru dan suasana baru menjadi penyebabnya. Akan banyak hal baru yang akan ditemukan. 

Namun, tidak untuk tahun ajaran kali ini. Beberapa bulan terakhir ini kita menghadapi masa yang membatasi kita melakukan banyak suka cita tersebut dan hanya melalukan hal-hal yang terlihat biasa-biasa saja. Sebut saja, "Belajar Secara Daring."

Daring (dalam jaringan) merupakan hal baru bagi kita yang selama ini melakukan apapun secara tatap muka. Sehingga untuk memulainya sungguh terasa kikuk. Permasalahan-permasalahan baru yang mulai bermunculan membuat segala prosesnya menjadi rumit. Jaringan, kuota, gadget serta alat pendukung lainnya terasa begitu berat terpenuhi bagi sebagian orang. 

Mungkin ini adalah sesuatu yang baru bagi kita, namun juga bisa menjadi sesuatu yang menarik. Yah, menarik, jika kita jalani dengan setulus hati. Percaya tidak percaya, kita bisa banyak belajar lewat situasi seperti ini. Bisa jadi yang sebelumnya kaku ketika berhadapan dengan laptop atau gadget, kini sekarang dipaksa dan terbiasa memanfaatkannya. 

Sebagai seorang guru, saya bisa merasakan hal tersebut. Beberapa tahun mengajar secara tatap muka di kelas, kini harus menggunakan alternatif "daring" untuk melakukannya.

 

MEMILIH YOUTUBE DIBANDING ZOOM MEETING 

Beberapa media ditawarkan untuk menjalani aktifitas belajar mengajar saat ini. Mulai dari Zoom meeting, Google Meet, Whatsapp grup, Google Class dan lain-lain. Namun, saya tertarik menggunakan Youtube. Pertimbangan yang saya fikirkan adalah bahwa youtube dapat menjangkau semua kalangan siswa. Tak bisa dipungkiri, tak semua siswa berada dalam keadaan yang mendukung semua fasilitas yang memadai untuk melakukan "daring". Ada yang berada dalam wilayah "susah signal", kuota yang terbatas bahkan gadget yang sederhana. Tentu saja, sebagai pengajar, tak bisa memaksa mereka memenuhi fasilitas dan keadaan.  

Mengapa harus Youtube? 

Dengan fasilitas "Tonton secara offline" dari youtube membuat para siswa dapat lebih berhemat dalam mengikuti pembelajaran. Dapat menyaksikan video pembelajaran di manapun, kapanpun bahkan dalam kondisi apapun. Tentunya, dengan membuat video secara menarik. Mungkin yang menjadi kendala adalah kemampuan guru dalam merancang bentuk-bentuk pembelajaran lewat video, Kuota ekstra yang harus dipersiapkan oleh guru dan komunikasi yang rutin dengan seluruh siswa. 

Dibanding menggunakan media yang sejenis live streaming, tentu saja dapat menghemat dari segi pemakaian kuota dan penggunaan fasilitas gadget. Tentu dapat diketahui bersama, bahwa penggunaan kuota live streaming lebih besar ketimbang mendownload atau bahkan menonton video di youtube. 

 

JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR

Ungkapan mengenai "Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat" harus kita tanamkan dalam diri baik sebagai siswa ataupun guru. Jangan pernah menyerah dengan keadaan, sebab semuanya tentu akan ada solusinya. Dalam keadaan seperti inipun, seharusnya tak membuat kita untuk bermalas-malasan dalam melakukan proses pembelajaran. Akhirnya, pelajaran yang teramat penting yang dapat kita petik untuk masa pandemi ini adalah pelajaran akan datang dari mana saja. Tak perlu khawatir dan gelisah untuk hal-hal yang akan terjadi ke depannya.


 

Rindu itu Tak Berat, Bangun Shubuh Yang Berat



Bangun shubuh adalah masalah terbesar bagi pemuda. Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan satu ini sangat sulit untuk dilakukan secara istiqomah. Banyak hal yang bisa menyebabkan susah bangun shubuh. Kadang ketika tekad sudah bulat dan niat sudah kuat, ada saja hambatan dan halangan untuk tidak kesiangan. Kadang juga, hari pertama kita bisa bangun shubuh, tetapi hari-hari selanjutnya kesiangan lagi.

Padahal begitu banyak faedah bangun shubuh. selain faedah kita bisa sholat shubuh tepat waktu, kita juga bisa merasakan manfaat kesehatan dalam tubuh ketika kita selalu melakukan bangun shubuh. Udara segar yang tak bercampur dengan polusi sangat susah didapatkan, apalagi yang tinggal di daerah perkotaan. Maka solusi agar dapat udara segar yang betul-betul segar adalah di waktu shubuh.

Dalam sejarah islam juga, Rasulullah Saw pernah mengatakan bahwa orang-orang munafik pada masa beliau yaitu mereka yang tidak ikut berjama'ah pada waktu Isya dan Shubuh, waktu Isya mereka baru tidur dan waktu shubuh mereka belum bangun.

Luar biasa ketika kita mampu istiqomah dalam hal ini. Khususnya bagi para pemuda yang merupakan generasi penerus yang dituntut untuk berfikir cerdas, kreatif dan inovatif. Hendaknya bisa secara berlanjut mengamalkan bangun shubuh ini. Sebagai muslim ini adalah kewajiban. Sholat diawal waktu adalah sunnah rasulullah. Maka ada benarnya juga sebuah ungkapan, "bangun shubuh aja susah, bagaimana mau bangun rumah tangga".

Panas Mengeluh, Hujan Lebih-Lebih

Vi, ayo deh Pigi nonton!!
Edd, Panasna.. Malaska deh..!!

hari selanjutnya....
Vi, Mbami pi nonton, tidak panasmi.!!
Aduh, hujanki, rantasa ki jalanan kah.. Becek,

Yah, begitu lah percakapan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang tanpa sengaja kita membuat para malaikat di atas sana itu pusing dengan cara ngomong dan tingkah kita. Hari ini bilang suka hujan tetapi besok ketika hujan turun dia mengeluh. Kalau panas minta hujan kalau hujan maunya panas. Bagaimana tidak pusingi malaikat ka.

Walaupun memang secara lahiriyah kita ini manusia yang punya hati yang bisa berbolak balik tiap waktunya, akan tetapi jangan juga maki seperti itu. Maunya kita syukuri saja apapun yang diberikan tuhan sekarang ini. Kalau hari ini hujan, yah hujan-hujan maki, kalau panas, yah maumi diapa, setidaknya cepatki kering cucianta'.


Karena keadaan-keadaan yang berubah-ubah seperti ini tidak nabikin rugijiki. Coba kita fikir para penjual garam yang sering teriak-teriak depan rumahta'.. oee.. ce'la e... Jangan sekali-kali kalian berteriak kepada mereka bosi laloko (semoga hujan) yakin dan percaya kalian akan diburu oleh mereka. Yah, karena setetes saja air yang membasahi garamnya, maka semua garamnya akan mencair dan rugilah mereka. Sehingga para penjual garm keliling akan merasa sedikit kecewa ketika musim hujan tiba. Tetapi mereka tidak mengeluhji, karena mereka fikir akan adaji rejeki yang lain yang akan diberikan oleh tuhan.

Dan sebaliknya, Ketika musim panas, kita sekali-kali tengok penjual mantel (jas Hujan). Apakah dagangannya akan laku ketika musim panas? Tentu tidak kodong. Tetapi mereka tidak kayak kitaji. Mereka tetap tidak mengeluh karena katanya tiap-tiap orang itu beda-beda rejekinya. Lah kita? panas sedikit mengeluh minta diturunkan hujan. Giliran hujanki, eh marah-marah.

Apalagi soal hujan, jangan pernah sekalipun memaki hujan. Karena hujan sesungguhnya adalah anugrah tuhan. Malah kita dianjurkan berdoa ketika hujan turun, karena dalam sebuah riwayat dikatakan, Allah menurunkan rahmatnya bersamaan dengan hujna turun.

Yuk, mari kita selalu mensyukuri apapun keadaan kita.

Istiqomah : Amalan Terberat Untuk Anak Muda


Selamat siang para pembaca.
Alhamdulillah di siang ini saya masih hidup dan masih ditakdirkan untuk menjadi blogger. Walaupun kadang kehidupan bloggerku ini cuma sekedar "ngaku-ngaku" saja ke teman-teman blogger yang lain. Kan keren ketika ditanya sama seorang blogger, Hei Bro, kamu blogger juga?... Iya nih bro.!! hahaha. Hanya sebatas itu. Saya juga tidak tahu menahu tentang trik-trik blog apalagi sampai bisa mendapat pundi-pundi uang lewat blog. yah, paling cuma edit-edit tampilan blog. Rasa-rasanya saya hanya sekedar menulis inspirasi di blog tanpa tau ada manfaatnya untuk diri pribadi saya dan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Karena kunci dari kesuksesan itu  harus istiqomah dalam segala hal. Termasuk ngeblog. Dan itu yang susah, kadang-kadang saya nulis di blog sekali seminggu, kadang pula sekali dalam dua minggu, dan bisa juga tidak nulis-nulis selama dua bulan. parah.

Mengapa Istiqomah itu susah?
Ayo bantu saya menjawabnya!!
Istiqomah adalah suatu tindakan yang tidak pernah kita tinggalkan. Apa sih.  Saya juga bingung bagaimana membahasakannya. Eis, Tunggu saya cari di google..

.......................................


........................................


........................................

................................... 72 hours Later ........................................


Setelah nyari di google, tetap saja bingung. Atau begini, Istiqomah itu misalnya jika kita hari ini selalu membersihkan rumah di pagi hari, lalu sampai beberapa bulan bahkan beberapa tahun kita selalu melakukan itu, berarti kita istiqomah dalam membersihkan rumah. Nah begitu.

kita sebagai anak muda penerus harapan keluarga bangsa dan tanah air merdeka perlu punya rasa Istiqomah ini. Bukan hanya sebatas dalam urusan agama, itu sudah menjadi kewajiban bagi kita. tetapi ini menyangkut kehidupan dan keseharian kita. Lawan terberat anak muda saat sekarang ini adalah rasa Istiqomah yang sangat susah dilakukan. Kebanyakan anak muda sekarang adalah mereka yang dalam istilah makassar "Bambang Tai Jangang" (Panas Tahi ayam), ketika diawal-awal semangat tetapi setelah berjalan beberapa hari lantas bosan dan berhenti melakukannya.

Kan kasian ketika Istiqomah ini menjadi penyakit turun temurun untuk adik-adik kita nantinya.
So, mari kita tetap Istiqomah dalam segala hal, utamanya yang berbau kebaikan. Walaupun tidak berbau sih, yang penting itu kebaikan. Hehe.

Mengapa Kita Kesal Ketika Dijelek-jelekkan Orang Lain?

Marah, kesal dan gundah memang merupakan kodrat kita sebagai manusia. Namun, Apa maksudnya kalau kita sebagai manusia merasa tersakiti ketika ada seseorang yang melukai hati kita, entah itu dengan membuat kita tersinggung, mempermalukan kita atau mengambil hak milik kita? Mengapa kita mesti marah, jengkel bahkan merasa terhina dengan itu semua? padahal itu tidak membuat kita berdarah, tidak membuat kita babak belur atau membuat kita mati. Tidak sama sekali, jadi buat apa kita marah.


Kalau kritik, mungkin bisa diterima. Tapi hinaan? Tidak semua manusia bisa terima jika mereka dihina. Manusia tidak pernah mau direndahkan oleh siapapun. Namun, meskipun tidak mau dihina, diantara mereka memiliki respon yang berbeda-beda untuk menanggapinya.

“Kau bodoh sekali! Kau tidak pantas berada di situ, kau kurang ajar, kau tidak pantas mengajar kepada anak-anak sedangkan kau sendiri butuh diajar?”

Hal itu akan terdengar sangat kasar apabila diucapkan kepada seseorang, terlebih lagi jika itu dilakukan di depan teman-temannya, di depan umum. Ucapan ini bisa saja muncul atas dasar ketidaksengajaan atau karena memang terlalu kesal dengan orang yang dimaksud. Namun, tetap saja. Ini adalah suatu hinaan yang menyakitkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan seandainya berada dalam situasi seperti ini?

Orang dengan emosional tinggi, marah. Dia akan melawan balik dengan kata-kata yang lebih parah. Perang mulut, atau lebih buruk lagi, baku hantam. Tak ada lain, hal ini akan berakhir dengan suatu kesia-siaan, seperti rasa sakit, kesal, menyesal, dan malu. Jadi jangan jadi seperti ini ya teman-teman.

Orang yang rendah diri akan tertekan. Dia tidak terima dengan ucapan itu. Dia tidak suka. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau semua yang dikatakan itu memang benar? Akhirnya dia hanya bisa tertunduk dan menerima kalau dia memang bodoh. Sisanya, dia akan merenung sendirian dan menangis, lalu benar-benar menjadikan dirinya bodoh seperti yang mereka katakan.

Orang yang cuek, dia tidak belajar. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya untuk tidak mau mendengarkan setiap hal buruk yang dikatakan orang lain. Dia memang tidak terpengaruh oleh hinaan itu. Tapi dia juga tidak mau belajar untuk mempelajari dirinya sendiri, apa yang membuat mereka menghinanya seperti itu.

Pernah melihat pacuan kuda atau karapan sapi? Untuk mendapatkan lari yang sangat kencang, hewan-hewan ini sering dicambuk. Terlihat jahat dan menyakitkan, tapi itu memang membuktikan bahwa cambuk itu menggerakkan mereka.

Tidak bermaksud untuk menyamakan manusia sebagai hewannya, tapi cambuk merupakan analogi dari sebuah hinaan. Ketika telinga kita menangkap adanya hinaan, sadarlah bahwa itu artinya masih terdapat hal yang kurang pada diri kita.  Memang terasa sakit, tapi harus menjadi lebih baik lagi.

Beberapa orang menamakan hal ini sebagai dendam positif. Kita menggunakan rasa sakit hati ini sebagai suatu motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Percuma kita menghina balik orang tersebut jika yang dikatakannya itu benar. Maka, yang kita lakukan adalah segera memberikan bukti bahwa hinaan mereka adalah suatu kesalahan.

Ayolah teman, tak perlu merasa terhina lah ketika dihina oleh orang lain. Jadikan hinaan itu batu loncatan ke arah yang lebih tinggi lagi. orang bilang hidup itu berat. Tapi tidak juga, tergantung pemikiran kita teman. Ini saatnya kita bangkit dari hinaan-hinaan yang membuat kita terpuruk.

Tidak Seharusnya keburukan dibalas dengan keburukan juga.

Komitmen dan Jodoh. Di manakah Posisi Komitmen Ketika disandingkan dengan Jodoh?


Hidup di dunia ibarat sebuah perjalanan singkat yang mengisyaratkan untuk kembali. Yah, pergi untuk kembali, itulah dunia. Entah Sudah beberapa macam cobaan dan ujian yang kita lalui dan jalani dalam mengitari kehidupan ini. Setinggi apapun cita-cita yang kita dambakan ujung-ujungnya wajib kita kembalikan kepada sang pencipta, karena kita sadar kehidupan ini telah digariskan oleh-Nya. Baik itu berupa harta, kedudukan, jabatan, cobaan, keturunan, dan Jodoh.

Saya tak ingin berceramah lebih jauh lagi.
Hal menarik untuk dibicarakan pada saat ini adalah kata terakhir dari paragraf pertama tadi, Yah JODOH. 

Tentunya setiap orang ingin jodoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya adalah orang yang ia cintai. Merupakan kebahagiaan tersendiri menurut sebahagian orang, ketika wanita atau pria yang ia cintai sejak dahulu itu yang menjadi jodohnya. Sampai ada yang mengesampingkan kalimat "jodoh di tangan Tuhan". 

Memang, kita sebagai manusia biasa mampu membuat konsep yang begitu menarik dalam hidup kita. Kita mampu mendesain hidup ini semau kita. Tapi satu hal yang perlu diingat, Manusia hanyalah manusia, manusia bukan maha penguasa, apalagi maha pencipta. Sebaik apapun konsep yang kita buat dalam hidup ini, belum tentu baik menurut Sang Pembuat skenario kehidupan ini. 

Jodoh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup.  Sedangkan menurut Islam, jodoh itu adalah berdasarkan Firman Allah Swt. : Allah subhanahu wata'ala berfirman:" Dan diantara kekuasanNYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Ruum:21)

Nah, yang menjadi permasalahan banyak orang sampai saat ini, adalah bagaimana kah cara agar jodoh kita adalah orang yang kita cintai?  Apakah perlu sebuah KOMITMEN menjalaninya?

Saya yakin, banyak di antara pembaca yang menjadi korban dengan komitmen tersebut. Komitmen yang awalnya membuat kita berbunga-bunga, tetapi seiring berjalannya waktu, justeru komitmen itu sendiri yang membuat kita sakit hati, galau dan merana. 

Kita membuat sebuah komitmen kepada manusia, yang kita tahu sendiri manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas sekalipun dari sebuah kekhilafan. Ketika kita menjalankan sebuah komitmen, di situlah kadang ada timbul sebuah keegoisan dan melupakan takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Padahal membuat sebuah komitmen kepada pasangan, berharap keduanya mematuhi komitmen itu dan berujung ke pelaminan, itu ibarat kita mengarungi sebuah samudera yang luas menuju sebuah pulau yang jauh tetapi tidak memikirkan apakah kapal kita tidak akan kehabisan bahan bakar, apakah kapal kita kuat atau apakah tak ada badai dan angin topan di tengah samudera. Seolah-olah kita sudah pasti melewatinya. 

Ingat, ada sang Pembolak balik hati mengawasi kita. Kita hari ini tidak mungkin sama dengan kita yang akan datang. Jadi, perlukah komitmen itu?

Perlu tidaknya suatu komitmen dalam menjemput jodoh itu tergantung peribadi masing-masing. Tidak mungkin untuk dipaksakan ke setiap individu. Karena mejadikan komitmen itu sebagai utama dan nomor satu sungguh merupakan kesalahan terbesar. Jangan sampai menomor duakan sang penentu kebijakan yang abadi. Tak perlu menjanjikan sebuah komitmen ketika kita sendiri tak mampu Istiqomah berbuat baik dalam hidup ini. Tulang rusuk tidak akan mungkin tertukar dari pemiliknya. 

Masalah selanjutnya berasal dari pihak laki-laki,  Lantas ketika kita tidak berkomitmen, akan ada orang yang mendahului kita atau istilahnya mengambil jodoh kita. 

Takut? Sebenarnya ketakutan itu berasal dari diri kita sendiri. Semua yang terjadi adalah kehendak-Nya, jadi sekali lagi berharaplah kepada sang pencipta, bukan kepada yang diciptakan. Sebenarnya simpel ketika ada orang yang mendahului kita, itu berarti dia bukan tulang rusuk kita, bukan pasangan yang dikehendaki Tuhan dan bukan jodoh kita. 

Akan ada jodoh yang mungkin lebih baik dari yang kita fikirkan. Karena apa yang kita senangi belum tentu baik  menurut-Nya dan sebaliknya, yang kita benci bisa saja menjadi yang terbaik bagi kita. Sehingga cara terbaik dalam menjemput jodoh itu adalah memperbaiki diri agar bisa lebih baik lagi. Untuk seorang pria, memperbaiki dirinya menjadi seorang ayah yang baik buat anak-anaknya kelak serta belajar menjadi pemimpin keluarganya. Sedangkan untuk wanita, belajar menjadi isteri sholehah dan menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya kelak. 

Karena jodoh itu bukan tentang seberapa cepat atau seberapa lambat datang, melainkan jodoh akan datang tepat pada waktunya. Bukan tentang siapa, melainkan yang terbaik. 

Wanita, Perempuan, Cewek mah gitu.



Wanita, Yah.
Makhluk paling sempurna yang menuntut banyak hal. Makhluk paling penuh misteri dan terumit di dunia. Bahkan, ilmuwan perancis pernah berkata "lebih gampang mengerjakan teori relativitas Albert Einstein dalam bahasa batak ketimbang memahami isteri sendiri".

Kalau kalian hafal lagunya Ada Band - Karena Wanita berarti kita seumuran. Hahaha. Bukan itu, lagu fenomenal tahun 2000 an itu sebenarnya keren tetapi sampai sekarang pikiran saya masih mengambang tentang isi lagu itu.

Karena wanita ingin dimengerti... Yah, maunya cuma dimengerti, tak ingin mengerti. Bagaimana mau mengerti, dirinya sendiri saja susah ia mengerti. Lantas ia ingin dimengerti oleh orang lain.

Selain ingin dimengerti, wanita juga memiliki bahasa aneh yang sangat sulit dipahami. Jika kita belajar bahasa Arab atau inggris, tentulah ada beberapa rumus supaya kit bisa mahir mempelajarinya. Bahasa wanita tidak, sepandai-pandainya kalian mempelajari bahasa wanita ini, tak akan bisa kalian pahami. Sebagai contoh, jika kalian bertanya, "Cewek, saya tampan tidak?", terus dia bilang, "tidak", itu artinya tidak (dan jangan bertanya untuk kedua kalinya). Terus, jika kalian bertanya, "sayang, hari ini kita tidak keluar deh. kamu tidak marah kan?". lalu dia bilang, "tidak", itu artinya "iya". Sulit dipahami kan??

Selain itu, ada beberapa hal yang membuat wanita itu aneh dan sulit dipahami.

Wanita itu pendiriannya tidak pasti
Cewek : Sayang, saya bagusnya pakai rok atau pake jeans?
cowok : Rok saja deh. <3 <3
Cewek : Jangan ah, kayaknya saya kurang cocok.
Cowok : Pake jeans saja kalau begitu.
Cewek : Tapi panas..!! -_-
Cowok : .... (Diam)
Cewek : Pake legging saja ah.
Cowok : Boleh..!!
Cewek : Tidak ah, kayak ibu-ibu.
Cowok : Huahhhhh.!! (Baju saja yang dijadikan celana kalau begitu).

terlepas dari itu semua, ada beberapa pendapat wanita yang berusaha membela semuanya.

"Kita sebagai wanita kan memang harus dimengerti, enak saja dia sudah mau jadi cowokku tapi tidak bisa mengerti aku"

"Kalau saya dan cowokku bertengkar biasanya saya yang ngambek duluan, padahal saya tahu aku salah. tapi biar saja dia yang menelpon saya duluan terus minta maaf.

Cukup mengejutkan kan?
Bahkan cewek yang kelihatan tegar dan dewasa pun bisa membuat pernyataan yang kesannya kekanak-kanakkan loh.

Sebenarnya yang membuat situasi itu lebih parah adalah fakta bahwa ketika cewek ngambek itu bukanlah hal yang cukup biasa bagi seorang laki-laki yang mencintai wanita itu dengan sungguh. Bagi seorang cowok, cewek ngambek bukanlah masalah kecil, percayalah. Namun seringkali cewek menanggapi itu biasa. Tidak sedikit pengorbanan besar seorang cowok dan dianggap biasa untuk seorang cewek kan? Misalnya, bagi seorang cowok yang suka bola. Tidak nonton bigmatch El Clasico Barcelona VS Real Madrid demi menemani cewek pergi belanja adalah pengorbanan yang begitu besar. Namun seringkali cewek menanggapi itu biasa saja.

Unik memang namun begitulah adanya. Bahkan ada perkataan cewek yang bikin rasa sabar hilang yaitu ketika dia berkata "Saya tidak pernah minta kamu berkorban seperti itu kok".

Belum lagi, ketika seorang mengeluarkan kata andalannya, "Terserah". Wahh. Entah jawaban apa yang cocok.
Cowok : Hari ini kita makan di mana nih.
Cewek : Terserah.
Cowok : Kalau begitu kita di warung dekat pertamina saja.
Cewek : Jangan, di situ panas.
Cowok : Ooo, kalau begitu kita makan di warung mi pangsit terkenal itu loh.
Cewek : Jangan, saya lagi mau makan ayam nih.
Cowok : $$$$$$%%%%%%

Aneh tapi nyata.

Cara Keluar Dari friendzone

Akhir-akhir ini, karena keseringan alay dan baper, saya jadi selalu menemukan kata-kata alay dan baper juga. Bukan apa-apa sih, saya khawatirnya ini akan merusak mental saya sebagai lelaki. Hihihi. Contohnya, kata "Friendzone". Entah di mana saya menemukan kata ini. Tiba-tiba muncul tak tau dari mana. Dan itu membuat saya penasaran, sebenarnya apa sih arti dari kata "friendzone" itu? Karena penasaran, saya cari di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) situsnya www.kbbi.web.id. Wal hasil kata "Friendzone"tidak ada hasil dalam KBBI. Ternyata cek per cek "friendzone" itu bahasa inggris yah, pantas.



 Hehehe. Jadi saya coba cari di google translate, dan ada sedikit bayangan tentang friendzone tersebut. kata google translate "Friendzone" yaitu Zona Teman. Yah, tidak cukup jelas maksudnya. Nah, "friendzone' itu baru jelas setelah saya dengar lagunya Budi Doremi - Friendzone.



Ternyata "Friendzone" itu adalah sebuah status atau hubungan antara seorang cowok dan cewek, di mana cowok naksir dengan si cewek dan sebaliknya namun, cowok atau cewek yang disuka itu cuma menganggapnya sebagai teman. yah, mengenaskan sekali kan?

Menurut data statistik, populasi Friendzoner (korban friendzone) meningkat tiap harinya. Sudah banyak juga tips-tips menghadapi friendzone tersebut. Nah, untuk kalian yang masih terjebak dalam hubungan ini, bisa coba tips yang akan saya berikan. Yah, semoga saja diberikan petunjuk sama yang di atas.

OK, berikut tipsnya.

Pertama, Lakukan dengan perlahan. Jangan terburu-buru. Karena sesuatu yang diburu-buru hasilnya akan tidak maksimal. Dalam keadaan ini, kita harus keluar dari "friendzone" tanpa harus menghancurkannya. Karena kalau sampai kita meronta terlalu keras (asik bahasanya), jangankan berhasil lebih dekat dengan dia, malah hubungan pertemanan kita pun akan rusak. perhatikan baik-baik yah. hati-hati. ini ada contoh percakapan yang bisa buat kita dijauhin, jadi jangan gunakan percakapan seperti ini.

Cowok : Hei, kita kan sudah berteman sejak dalam kandungan. Bahkan Kita sering ngobrol dari dalam kandungan masing-masing.
Cewek : Iya, memangnya kenapa?
Cowok : Kamu mau tidak pacaran sama saya?
Cewek : Ih, maksudnya, apa-apaan kamu, kok langsung gitu.. "gampar" lalu pulang dengan jengkel.

Hati-hati yah.

Kedua, Jangan putus asa. Kita di sini adalah pejuang friendzone. Namanya juga pejuang, yah harus berjuang tanpa mengenal rasa lelah. Kalau misalnya si cewek merasa kita ada perubahan dalam diri kita yang menyebabkan kita lebih perhatian dengan dia, lebih sering sms maupun bbm dia, dan si cewek merasa canggung dengan itu sehingga kita kadang dicuekin, kadang dijutekin bahkan kadang tak dianggap. Ini bukan apa-apa. ini hanya sebuah ujian bagi para frienzoner. Kalau kita langsung menyerah begitu saja, putus asa dan berfikiran kalau ini tak akan berhasil, lantas menjauhi si cewek dan tak memperdulikannya lagi, ini akan jadi masalah besar. Bisa-bisa si cewek akan berfikiran kalau kita hanya main-main saja dan tak serius dengannya. jadi teruskan perjuangan, jangan menyerah begitu saja. Kadang kita dijutekin seperti percakapan berikut.

Cowok : hai.
Cewek : Iya.
Cowok : Sudah makan?
*tidak dibalas*

Cowok : hai, besok ada tugas yah?
Cewek : Tdk
Cowok : oh iya, makasih kakak.!
*tidak dibalas*

Kalau sampai di sini kita langsung menyerah, si cewek akan berfikiran kalau kita tak punya mental.

Ketiga, Jangan terlalu agresif. Ini dilakukan ketika kita sudah merasa mendapatkan sinyal dari si cewek. Tapi, jangan mentang-mentang sudah dapat sinyal untuk keluar dari frienzone lantas kita agresif, jangan sampai. Pada tahap ini, kita masih berstatus PDKT (pendekatan). Jangan terlalu sering pergi bareng, ke kantin bareng, ke mall bareng, ke pasar bareng, dan lain-lain. Ini akan membuat si cewek merasa risih. dan kalau sudah risih, yakin dan percaya PDKT yang kita lakukan akan sia-sia.

Keempat, sabar dan mainkan. yah, kalau kita sudah berhasil melewati frienzone. nah inilah saat-saat indahnya. Lakukan sama halnya dengan pdkt biasa. Sudah banyak bahan yang bisa diobrolin. Namun, jangan lupakan SABAR DAN MAINKAN. untuk bisa betul-betul keluar dari friendzone ini, kita harus banyak bersabar, karena untuk keluar dari friendzone ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Bisa sebulan, berbulan-bulan, setahun ataupun bertahun-tahun. Tergantung permainan kita. karena sabar bisa jadi alasan bagi si cewek untuk keluar dari friendzone. Sabar dicuekin, sabar dijutekin dan segala macam akan membuat si cewek berfikiran kalau kita tidak main-main dengan ini. Terus berjuang meskipun itu berbulan-bulan atau bertahun-tahun (itupun kalau jadi). hihihi.

Kelima, Tembak.



Andai si cewek sudah memberikan lampu hijau, segera nyatakan. Karena lampu hijau dekat rumah saya saja waktunya 40 detik, Mungkin dia juga tidak mau menunggu lama-lama. Jangan sampai dia berfikiran kita cuma mempermainkannya saja. Bisa-bisa usaha selama ini yang kita lakukan akan terbuang percuma.

Yah, sukses keluar dari friendzonenya kawan. Hahaha.  Itulah beberapa langkah atau tips keluar dari friendzone. Mudah-mudahn bisa berguna. hahaha.


22 Oktober, Hari Santri Nasional Serta Penolakan Dari Pihak Lain



Selamat Hari Santri!!
Kemarin, Presiden Jokowi telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Keputusan tentang hari santri ini begitu menarik perhatian banyak orang, kelompok, organisasi maupun partai tertentu. Ada yang setuju dan tentu ada yang tidak setuju. Saya yang nyantri selama 6 tahun tentu sangat setuju dengan kebijakan presiden tersebut. Apalagi 22 Oktober beberapa tahun yang lalu adalah hari yang begitu bersejarah bagi rakyat indonesia, di mana ribuan santri yang dipimpinan oleh hadratusy syaikh KH. Hasyim Asy'ari berhasil memukul mundur para penjajah yang biasa dikenal dengan "Resolusi Jihad".

Anehnya, ada beberapa kalangan yang tidak setuju dengan hari bersejarah ini. Mereka berfikir untuk apa hari santri ini? ini hanya akan mengkotak-kotakkan rakyat indonesia. Karena santri hanya identik dengan NU, maka selain dari NU akan merasa dikucilkan oleh itu semua.

Perlu kita ketahui, istilah santri itu sendiri dimaksudkan untuk orang-orang yang pernah belajar dalam suatu pesantren. Sedangkan mereka yang belajar di lembaga-lembaga selain pesantren, tidak disebut santri tetapi lebih dikenal dengan siswa.

Sejarah Resolusi Jihad 22 Oktober
Sedangkan, tanggal 22 Oktober merupakan hari Resolusi Jihad yang dikeluarkan Hadratusyeikh Hasyim Asy'ari, Roisul Akbar NU pada saat melawan penjajah. Menurut Said Agil Siradj, Ketua Umum NU, pada tanggal 22 Oktober 1945, para santri berbondong-bondong menghadang tentara Belanda untuk kembali menduduki Indonesia atau dikenal dengan gerakan Resolusi Jihad NU. Para santri menghadang kedatangan NICA (Netherlands Indies Civil Administration), banyak yang mati, bahkan yang memasang bom di mobil Mallaby juga seorang santri. Para santri tersebut bergerak di bawah komando kiai NU. Para santri dengan arahan Kiai Haji Hasyim Ashari melawan dan berhasil memukul mundur pasukan NICA.

Sejarah di atas adalah sejarah yang hanya dimiliki oleh warga NU. Sehingga kejadian ini juga yang menyebabkan kelompok lain menolak dan mempermasalahkan hari santri ini.

Lantas, apakah ini perlu dipolemikkan? perlu diperpanjang titik masalahnya? Tentu menurut saya tidak. Justru untuk menghargai perjuangan ribuan santri pada hari bersejarah itu, sehingga hari santri ini perlu dirayakan dan dijadikan hari nasional. Kalau perlu, tanggal 22 Oktober dijadikan tanggal merah.

Sebagai seorang berpendidikan, marilah kita mendukung hari santri Nasional ini. Kalau dengan hari Santri ini saja kita berpolemik, apa jadinya bangsa kita. Masih banyak hal lain yang perlu kita fikirkan. Tentu fikiran ini, kita tidak gunakan sepenuhnya terhadap hari santri ini. Kita masih harus memikirkan perkembangan bangsa kita ketimbang mempermasalahkan istilah santri atau siswa.

Selama ini, kita bisa lihat bagaimana keeksisan para santri di negara ini. Masih banyak kalangan yang menganggap bahwa pesantren hanya sebagai "bengkel" untuk memperbaiki anak-anak bandel, kurang pintar dan kurang mampu. Santri hanya dianggap sebagai seorang yang kampungan, tidak perlu diperhatikan. Yah, pemikiran seperti itu yang harus diubah dari sebagian masyarakat.

Bukan hanya sebagian masyarakat, pemerintah pun kadang acuh tak acuh terhadap pesantren, padahal ini termasuk lembaga pendidikan juga. Bahkan pesantren itu dibangun dengan usaha sendiri bukan dengan bantuan lain. Kalaupun ada, tidak begitu banyak. (Mohon maaf). Untuk itu program-program pemerintah, perlu menggandeng keikutsertaan pesantren.

Santri dibuatkan program lebih banyak lagi supaya bisa berprestasi pada tingkat nasional maupun internasioanal. Kita perbanyak santri yang ingin belajar di luar negeri, kita bantu mereka. Karena salah satu kelebihan santri dibanding siswa yang lain, yaitu di pesantren mereka tidak diajarkan agar bisa menjadi apa, tetapi mereka diajarkan kebaikan. sehingga ketika dia menjadi seorang pejabat misalnya, ia menjadi pejabat yang baik, ketika dia menjadi seorang pemimpin, ia menjadi pemimpin yang baik. Begitu seterusnya.

Untuk itu dalam momentum hari santri nasional ini kita berharap indonesia semakin baik, semakin berakhlak, semakin disegani, dan semakin jaya.

Jaya Indonesiaku... Selamat Hari Santri Nasional, dari santri untuk indonesiaku.!!!
Salam dari kami, Santri (wati) Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar..

Masih Ada Yang Belum Mengerti tentang "Ikhl*s Beram*l"



Ikhl*s ber*mal..???
Yah, kenapa tidak?? Kita ikhl*s dulu baru kita ber*mal. Bukan beramal dulu baru ikhlas. Jadi sebelum beramal harus ikhlas dulu.

Alhamdulillah beberapa bulan yang lalu saya telah resmi menjadi seorang guru di sebuah pesantren tempat saya nyantri dulunya. Mendapat tugas semulia ini rasanya surga itu sudah tidak memiliki jarak lagi dengan saya. (berlebihan yh? biarlah). Pasalnya menjadi seorang guru adalah pekerjaan mulia iya benar mulia. Saya buktikan mulianya di mana yah. Sebelum ngajar, kita disambut antusias oleh semua santri di dalam kelas, diberi salam hangat terdahsyat, pokoknya kita sebagai guru merasa dihormatilah. memangnya kalian pernah masuk kantor lalu pas kalian duduk tiba-tiba ada yang teriak... Staaid.. Qiyaaman... Salaaman, du'aan...?? Tidak pernah ada kan? yah, kalau saya tiap hari dapat itu. Malah dapat 3 kali sehari.

Tidak sampai di situ, seorang murid ketika setelah mendapatkan pelajaran dari seorang guru, biasanya semua murid mengadakan ritual Sungkeman atau upacara cium tangan gurunya satu persatu. Saya fikir sebagai guru, itu luar biasa loh. Memang kalian pernah merasakan itu? memang pernah ada seorang customer di kantor kalian cium tangan anda setelah melakukan transaksi? tidak kan? yah tidaklah, memang dia fikir kantor itu PlayGroup, hahaha...!!

Namun, di luar itu semua. ada saja seorang guru yang mengeluh. baik itu soal hak mereka, fasiltas mereka maupun tuntutan para atasan-atasan mereka yang tak sesuai dengan hak yang mereka dapatkan. Ah, masa bodoh, mereka belum mengerti arti dari logo "Ikhl*s Ber*mal" dari Kemenag (Kementerian agasih). Apalagi guru-guru yang notabene ada di bawah naungan Kemenag. Jalankanlah tugas sebaik-baiknya. Intinya ikhl*s kan? yah, siapa suruh berada di bawah naungan kemenag.

yah. memang ikhl*s menjadi nomor satu bagi mereka yang bekerja di bawah naungan Kemenag. Ikhl*s mengajar, ikhl*s mengawas ujian, ikhl*s membuat soal, ikhl*s memeriksa soal ujian, ikhl*s menjadi kepala sekolah, hehehe.. Menjadi kepala sekolah saja harus ikhl*s apa lagi cuma jadi penjaga sekolah, Ikhl*s Mennn, ikhl*s. Ikhl*s dulu, baru ikhl*s, trus ikhl*s, dan ikhl*s. Yah ikhl*s sajalah. Belum faham juga soal "Ikhl*s Beram*l"?? hahaha...!!

Terus, bagaiamana kalau pihak yang di atas menuntut peningkatan kinerja? .... Eh, yah, lakukan saja, yang di atas itukan cuma tuhan. Jadi kalau tuhan menuntut kinerja, yah, wajib dilakukan. Namanya juga perintah tuhan. Oiii.. ayatnya mana---?? 





Hidup di dunia ini memang harus perlu pengorbanan kok! Jadi yang di bawah naungan kemenag, korban dikit lah, Ikhl*s itu kan, harus dilatih, jadi kapan lagi bisa belajar Ikhl*s kalau bukan di sini. Jadi kalau kalian merasa sudah meningkatkan kinerja lantas hak kalian rasa masih begitu-begitu saja, yah anggap saja itu am*l.. Karena mottonya kan "Ikhl*s beram*l". Jadi kalau bukan ikhl*s, peningkatan kinerja kalian dianggap am*l. hihihi.. sadis..!!!

Jayalah, Kemenag.!!
Postingan ini terinspirasi dari omongan-omongan sembrono guru-guru dalam sebuah pertemuan. Namanya juga omongan sembrono, jadi postingannya juga sembrono.

Santriwati Hebat Penerus Bangsa

Coba buka google, lalu ketik kata kunci "santriwati". Sungguh mengenaskan, ketika hasil pencariannya seperti gambar berikut, atau ini cuma ada di pencarian saya atau bagaimana? saya juga kurang paham.


Aneh tapi nyata, santriwati yang notabene adalah seorang perempuan suci, sholehah dan hidup di lingkungan pesantren harus berada dalam situasi ini. untuk itulah saya mencoba menulis sebuah postingan tentang santriwati, berharap tulisan ini dapat menutupi postingan-postingan seperti gambar di atas. Walaupun SEO Blog ini masih kacangan, tapi setidaknya ada usaha untuk mengubah itu semua. Semoga...

Adapun soal pemberitaan tentang kebejatan seorang pimpinan pesantren terhadap santriwati, ah saya rasa itu tidak sepenuhnya benar, walaupun itu sebuah pengakuan. Yah, pengakuan tidak selamanya sesuai dengan kenyataan kan? bisa saja, ada yang sengaja membuat permasalahan-permasalahan ini demi menutupi kejahatan yang cakupannya lebih besar nan hebat lagi, sebut saja korupsi, pembunuhan ataupun kecurangan-kecurangan lainnya. 

Seorang perempuan adalah harta berharga bagi sebuah negara. Apabila rusak perempuannyam maka negara juga akan rusak, sebaliknya jika perempuannya baik, maka baik jugalah sebuanh bangsa. Kalau perempuan adalah harta karun sebuah negara, maka santriwati adalah harta karun yang lebih berharga lagi yang harus dijaga lebih dari penjagaan sebuah emas. Lebih dari semuanya, karena lewat santriwati inilah kelak bangsa kita akan lebih maju. 

Jujur, saya hidup di kalangan pesantren.
Saya tau betul bagaimana  perilaku seorang santriwati. Kalaupun ada yang terkesan berperilaku jelek, maka kejelakan yang ia lakukan tidaklah sebejat pemberitaan-pemberitaan yang beredar. Anggun dengan jilbabnya dan cantik dengan akhlaknya. Itulah santriwati. 

Mari berperasangka baik terhadap apapun. Termasuk dengan santriwati ini. Sungguh nihil ketika melihat pemberitaan-pemberitaan bejat tersebut beredar di masyarakat. 



Dan teruntuk kalian, para santriwati penerus bangsa, (termasuk santriwati-santriwatiku di pesantren)... Buktikanlah kepada mereka, betpa berharganya kalian, betapa bernilainya kalian dan betapa mereka harus tahu itu. Buatlah prestasi-prestasi gemilang yang dapat membuat mereka menganga kagum. karena kalianlah sebaik-baik penerus bangsa ini. Yah, Kalian para SANTRIWATI.

#santriwatipenerusbangsa #santriwatiberprestasi

Judulnya, Lagi Pingin Seorang Kakak


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjeFqwEIgpGV95b6oOrmMtMDMz3RoWrCjubBMOpp4PqweQceJL7jnsL6WY6w2g3hfS41iALjnMSTsY8pdUB_1JbDLcefeJEJCN3wV4pN2xDRrLaxwFUERJg3QUWtjP9_OGUOeCdN3h09bs/s1600/hatori+dan+shinzo.jpgYang anak pertama, mari merapat.....!!

Pernahkah kalian wahai para anak pertama, berkeinginan memiliki seorang kakak??
Kalau pernah, sudahlah... Percuma. Walaupun kamu jungkir balik ribuan kali sambil makan manisan pun, keinginan tersebut tidak akan pernah terjadi. kan tidak lucu kalau kamu punya kakak yang lebih mudah daripada kamu. hihihi...!! Kalau menganggap seseorang sebagai kakak sih bisa-bisa saja. Atau untuk sekedar mengkhayal punya kakak juga bisa, tapi namanya juga khayalan, kamu cuma akan punya kakak khayalan juga...

Wahai para anak pertama yang sama berbahagia. (kesannya lagi pidato di depan para anak pertama seluruh indonesia)...

Pasti kalian pernah iri sama orang-orang yang punya kakak kan??
Yah, saya juga dulunya seperti itu.
Saya muak dengan sinetron-sinetron yang menceritakan tentang seseorang yang selalu disayang-sayang sama kakaknya. Saya ennek lihat seorang adik yang ketika nangis, eh kakaknya tiba-tiba datang merangkulnya. (ueekkk..). Saya iri lihat Shinzo punya kakak Ninja Hatori, saya iri liat Luffi punya kakak Portgas D. Ace, saya iri liat sasuke punya kakak Hitachi, saya iri liat jaiko punya kakak Giant (jayen doraemon), saya juga iri liat Inuyasha punya kakak sesshomaru yang walaupun siluman, tetapi sayang sama Inuyasha. Wahhhh... kalian juga gitu kan..??

Iyya, kita seolah-olah dianak tirikan di dunia ini. Coba bandingkan dengan anak kedua yang punya saudara lebih dari dua. Dia enak, punya kakak juga punya Adik. Lah kita, sebagai anak pertama, cuma punya Adik.!! Untuk itu teman-teman, Ini adalah takdir kita semua. Walaupun kita membentuk sebuah komunitas "Perkumpulan Cowok Cewek Tak Punya Kakak", tetap kita tak bisa juga punya kakak...!!

http://th00.deviantart.net/fs70/PRE/i/2012/343/7/3/luffy_y_ace_by_xdeidar4-d5njrdk.png

Ayolah,,,
Jangan berkecil hati, jadi kakak itu tidak gitu-gitu amat kok. Banyak kok yang iri sama kita. Contohnya saja, anak bungsu. Dia mau punya adik tapi adiknya tidak ada. Hahahaha.... Eitsss.. Jangan senang dulu, Adik saya bilang.. "nanti saya minta adik sama mama"... Plakkk.. Dia enak, bisa minta adik, Lah kita??.

Eh, kok kembali sedih...
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcQSVdTNChbdIefJiWARXw6SCvBJsrRcwozxvMk08x_TJw6oGInTiSxnk_ZU-P-6DJ-8hx9lj4cHzUPRqhDDGA3KYEAQkz7uEkYeUaH7EbqeH9kex4sPv3nFHBoowQh-y3OTlE488OIKYS/s1600/itachi-and-sasuke-anime-naruto-all-character-27864210-800-600.jpgIntinya, menurut saya. Kalau kalian sekarang ini ditakdirkan jadi anak pertama. Jangan pernah berfikiran mau punya seorang kakak. Jalani saja takdir kalian sebagai kakak sejati. Yang sayang sama adiknya orang, (eh maksudnya sayang sama adik sendiri, hihihi..), dan selalu berusaha membahagiakan adik-adik kalian. Jangan kalian telantarkan adik-adik kalian, jangan sia-siakan adik-adik kalian. Ayo manfaatkan adik-adik kalian.

oh, iyya.. Soal memanfaatkan adik-adik itu enak kok.
Kita tak perlu ke toko dekat rumah lagi untuk membeli sesuatu, tinggal suruh Adik kita. Kita tak perlu repot-repot masak untuk makan, tinggal suruh adik kita. Kita tak perlu kerjakan tugas kuliah, tinggal suruh adik kita (eh, yang satu ini bisa yah?), Kita tidak perlu lagi membersihkan rumah, tinggal suruh adik kita. Kita tidak perlu cari orang untuk promote kan Pin BB kita, tinggal suruh adik kita (hihihi) dan jikalau kita punya banyak Adik, Wahhh... Bisa kita bagi sama orang-orang yang tidak punya adik... (kakak yang kejam)...

Nah, kalian para adik, tetap sayang yah sama kakaknya orang (eh, maksudnya sayang sama kakak kalian)... kakak kalian sebenarnya tidak kejam, tapi Licik. hehehe.. Tidak kok, bukan licik tapi cerdas... Hehe... Coba lihat Giant (Jayen) di film Doraemon. Orangnya kasar, suka memukul, suaranya jelek dan suka menyiksa. Tapi ketika dihadapkan dengan Jaiko, adiknya, dia langsung layu dan lemah lembut. Itu karena dia sayang. Jadi, sebenarnya semua kakak itu sangat sayang kok sama kalian, jadi kalau kalian dapat perintah dari kakak, segera lakukan yah?? Kalian mau apa, kalau suatu hari kakak kalian bilang begini. "hey adikku, mulai detik ini saya pecat kau jadi adik, silahkan pergi dari tempat ini". Kan tidak enak...!!

http://external.ak.fbcdn.net/safe_image.php?d=AQCRn-gbEGgSDSBI&url=http%3A%2F%2Fvthumb.ak.fbcdn.net%2Fhvthumb-ak-prn1%2Fs403x403%2F41887_490902887648842_490902260982238_28712_1705_b.jpg&jq=100Dan untuk kakak... tetap jaga komitmen kita yah... "Manfaatkanlah Adik kalian, sebelum orang lain memanfaatkannya"...

Nah.. Saya punya solusi bagi kalian-kalian wahai para anak pertama yang lahir di dunia ini.
Kalau kalian berharap punya kakak, gampang kok. kalian sisa cuci kaki, cuci tangan, masuk kamar, tarik selimut, pejamkan mata, dan berdo'a semoga mimpi punya kakak...!!




hihihi...
Semangat para kakak-kakak...!! Kalian Biasa diluar.....!!! Cayooo/....

PEMILU : Pemilihan Lucu



Di tengah-tengah sibuknya saya ber-KKN, berita tentang pemilu juga muncul. Yah, sebuah pesta demokrasi yang akan dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan akan menentukan untuk lima tahun ke depannya. Saya masih ingat ketika masih kecil, kala itu saya hanya tahu bahwa pemilu itu adalah perhitungan suara, pokoknya saya cuma tahu tentang garis-garis yang dibuat untuk menghitung suara. Saya tidak pernah menyangka dengan keadaan pemilu seperti sekarang ini. Semuanya serba uang. Yah, memang para warga membutuhkan uang, namun dengan cara seperti ini (memberikan uang untuk dipilih), itu artinya kita memberikan izin kepada calon wakil rakyat tersebut untuk korupsi. Hal yang kecil saja mereka sudah curang, apalagi hal-hal yang besar lainnya yang lebih menghasilkan. Wahhhh...

Justru, saya lebih memilih caleg yang mencalonkan dirinya lalu kemudian tidak muncul lagi untuk mempersiapkan pemilihan nanti. Jangan seperti sekarang ini, sudah dua hari diumumkan masa tenang untuk kampanye, eh masih ada juga yang memasang spanduk maupun baliho di tepi-tepi jalan. Ini sudah hari terakhir masa tenang kampanye, namun kartu nama, stiker, serta amplop yang berisikan uang tetap saja beredar. Wah sungguh keadaan yang ayal yah.

Katanya wakil rakyat. Namun, apakah kita sebagai rakyat bisa diwakili oleh orang seperti ini..?? yang melihat seseorang hanya dengan uang saja.?? begitukah tindakan seorang wakil rakyat..?? bagaimana bisa mewakili kita, sedangkan langkah awalnya saja salah. Kita seolah-olah dihargai dengan uang, kita seolah-olah ditipu dengan uang bahkan kita seolah-olah diperintah dengan uang. Apakah kita semurah itu...??

Dengan uang 100 ribu kita disuruh untuk memilih. Lah suatu saat ia terpilih, dia malah korupsi dan menyengsarakan kita. Bagaiamana bisa kita memilih wakil rakyat yang memberi uang seperti itu. Kalaupun ada yang memilih, yah mereka itulah yang memilih hidupnya sengsara selama lima tahun mendatang.

Sudahlah... Caleg itu ingin naik menjadi anggota legislatif karena butuh uang kan..??  yah, tepat sekali... para wakil rakyat itu akan melakukan semua cara untuk mewujudkan impiannya tersebut. Termasuk memodalinya dengan membagikan 100 ribu ke tiap-tiap warga.



Lucu yah, melihat keadaan seperti ini.
itulah mengapa sampai sekarang, masih ada yang golput alias tidak ikut pemilu. Mereka masih menganggap bahwa ada dan tidaknya wakil rakyat tersebut tidak mempengaruhi taraf kehidupan mereka. Seperti kebanyakan teman-teman saya di kampus. Mereka malah memilih untuk mendaki gunung ketimbang ikut memilih caleg.

Itulah juga mengapa saya katakan bahwa Pemilu itu adalah singkatan dari Pemilihan Lucu...!!!
Lucu karena yang akan dipilih semuanya memasang fotonya di pinggir-pinggir jalan, bahkan ada yang sampai menutup rambu-rambu lau lintas dengan spanduknya. Beragam kata-kata mutiara menusuk hatipun beredar. Namun tetap, mengganggu pemandangan jalan.

Intinya, kalau saya bangun, saya akan ke TPS untuk memilih. Tapi kalau ketiduran, tak ada alasan lagi untuk memilih.....

IMLEK, Yang Bukan Tionghoa Pun Bisa Mengambil Pelajaran Berharga

"Tanpa terasa, 2014 seolah-olah tergelincir begitu saja berjalan menjauh dari kita. "
Sudah sebulan Kita menjalani hidup di tahun 2014 ini. Tepatnya hari ini, merupakan jum'at terakhir di bulan pertama tahun 2014 ini. Yah, sungguh sebuah permasalahan besar jikalau dari tahun ke tahun kita tidak pernah mengalami perubahan dari segi apapun. Kalau menurut saya, apalah arti waktu yang kita lalui ini jikalau tak ada perubahan ang signifikan dalam diri kita. Perubahan yang membuat kita menjadi makhluk yang mulia di hadapan pencipta.

Jum'at terakhir ini, bersamaan dengan sebuah perayaan yang dirayakan oleh orang-orang Tionghoa di seluruh dunia. Perayaan ini merupakan sebuah perayaan yang tak kalah meriahnya dengan acara tahun baru. Ribuan Warga Tionghoa di seluruh Indonesia maupun luar Indonesia bersuka cita merayakan hari terbesar di kalangan mereka.

Perayaan IMLEK, Dan Tahun Baru bisa dibilang tidak memiliki perbedaan yang mencolok, walaupun ketika saya kecil, saya tidak tahu menahu dengan IMLEK ini. Yang saya tahu cuma perkataan Gong Shi Fat Chai. Itupun dengan intonasi yang keliru. Yah, intinya kan tahun baru. Dan segala hal yang baru tidak akan pernah lepas dari pada sebuah perubahan. iyya kan..??

Momentum Tahun Baru (baik itu Hijriah, Masehi, dan Imlek) adalah sebuah momentum yang harus kita ambil pelajaran di dalamnya. Yah, sebagai muslim, meskipun bukan Tahun Hijriyah, namun pergantian tahun ini patut kiranya kita jadikan sebagai batu loncatan untuk mempebaiki hidup. Karena Kehidupan yang hari ini harus lebih baik dari kehidupan kemarin.

Tahun baru adalah sebuah pergantian WAKTU.
Dan berbicara soal waktu, Waktu bukanlah hanya sebuah angka-angka yang tertera pada jarum jam atau yang berbaris di dalam kalender. Lebih dari itu.

Waktu adalah sesuatu yang harus dipertanggung jawabkan di hari akhir nanti. Olehnya itu, pergantian waktu (tahun) yang kita alami memiliki makna "hijrah". Yah, menghijrahkan seluruh kekuatan kita untuk kemajuan dalam kehidupan pribadi kita.

Baiklah, saya akan memulai perubahan itu. Tepatnya, saya akan mulai dari rumah tngga saya pribadi, dan kemudian saya lanjutkan melalui lembaga pendidikan tempat saya kuliah. Saya fikir, semua itu harus dimulai dari sekarang. Dengan menanamkan sebuah keyakinan kepada diri sendiri agar tidak lagi melakukan hal-hal yang sia-sia seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

Dengan demikian, maka pergantian tahun yang telah berkali-kali kita lewatkan kita bisa jadikan sebagai sebuah momentum  mengubah diri menuju masa depan yang gemilang. baik itu dalam satu bidang maupun pada bidang lainnya.

Pelajaran dari Manado

 Blukkk... Blukkk.. Blukkk....
Begitulah kira-kira suara knalpot sebuah motor ketika berani menerobos jalan yang banjir setinggi lutut. Sama halnya dengan motor Skydrive putihku yang kukendarai beberapa waktu lalu ketika hendak menuju rumah salah seorang tanteku di sekitaran Jalan Perintis.

Yah, akhir-akhir ini, fenomena dari berbagai daerah mengenai banjir dan hujan selalu menjadi berita hot news di beberapa saluran televisi kita. Tidak heran, karena fenomena banjir ini kadang menghasilkan sebuah berita-berita menarik untuk ditayangkan. Selain itu, beberapa peristiwa banjir yang dialami dari berbagai daerah pun kadang menjadi hiburan tersendiri bagi setiap warganya.

Berita terakhir yang sangat mengagetkan yaitu mengenai banjir bandang yang menimpa kota Manado. Sebuah peristiwa yang laig-lagi menjadi sebuah pelajaran bagi seluruh manusia itu, sontak menggegerkan seluruh manusia. Padahal beberapa berita mengenai kejadian bahkan kecurangan di kota itu sama sekali tak pernah muncul.



Mengapa harus Manado? Mengapa tidak di kota lain?? yang tiap hari dikabarkan adanya tindakan dzalim???

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu yang selalu muncul di beberapa kalangan setelah melihat fenomena alam ini. Sama halnya dengan Aceh beberapa tahun silam, yang ditimpa musibah Bencana Tsunami hebat yang menggulung seluruh warganya, Manado pun tak beda dengan itu, ribuan rumah hancur berkeping-keping akibat banjir bandang yang seolah-olah tak akan surut. Selain itu, longsor pun mulai merambah di daerah tersebut. Pemerintah dan masyarakat lain pun tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengerahkan seluruh personilnya untuk meminimalisir keadaan ini, membangun posko-posko pengungsian di beberapa tempat yang aman, memberikan bantuan makanan dan pakaian serta turut merasakan penderitaan warga Manado dengan banyak berdo'a agar bencana tersebut segera berhenti.

Kita tidak tahu apakah sebab sehingga bencana seperti ini menyerang kota Manado. Kita hanya bisa yakin dan percaya bahwa dibalik semua ini ada hikmah tersendiri sebagaimana yang telah Lukamnul Hakim ajarkan kepada putra beliau. Selalu ada hikmah di balik semuanya.

Untuk lewat tulisan ini, saya dan kita semua selalu mendoakan yang terbaik buat kota Manado. Percayalah, semua yang terjadi di kota Manado sana merupakan bukti bahwa Allah itu ada dan tak ada satupun yang dapat melawan dan menentang kekuasaan Allah Swt.

Ya allah... kami mohon padamu agar bencana yang menimpa kota Manado saat ini berhenti dan membuat seluruh manusia mendapatkan pelajaran dari peristiwa ini....!!!

#PrayForManado #MahasiswaMakassar #BencanaBanjir


Biaya KKN Naik Dua Kali Lipat : Ada Maksud Apa Di Balik Itu?

Semester Tujuh sebentar lagi akan berakhir. Yah, banyak di antara teman-teman saya sudah mempersiapkan diri untuk pulang ke kampungnya masing-masing karena libur untuk semester ini kira-kira sekitar satu bulan lebih. Sama halnya dengan teman-teman saya di kelas, saya pun sangat senang ketika kuliah diliburkan. Namun yang menjadi pokok pemikiran saya diujung-ujung semester ganjil ini, tak lain dan tak bukan adalah KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang sebentar lagi akan kujalani, yang merupakan syarat untuk menyeleseaikan studi di kampus ini.


Sekitar beberapa bulan yang lalu, saya sempat menanyakan kepada salah seorang senior saya seputar KKN itu sendiri. Banyak sekali yang saya tanyakan. Mulai dari suasana di sana, orang-orang di sana serta kegiatan-kegiatan apa saja yang dilakukan nanti. Dan terakhir saya menanyakan tentang estimasi biaya yang dibayar oleh senior saya itu.

Awalnya, saya mengira Kuliah Kerja Nyata yang disingkat KKN ini adalah sebuah kegiatan yang sudah dibiayai oleh kampus yang di potong dari SPP mahasiswanya. Namun, saya keliru, ternyata setelah senior saya itu menceritakan proram KKN dia waktu tahun lalu, saya pun mengerti sedikit demi sedikit. Dan ketika saya tahu tetang adanya sebuah biaya yang akan dikeluarkan, saya langsung memberi tahukan kepada orang tua saya tentang hal tersebut, dan alhamdulillah mereka berdua merespon dengan sangat baik. Alhamdulillah.

Hari demi hari pun berganti, dan tibalah saatnya sebuah pengumuman aneh bin ajaib yang dikeluarkan oleh pihak kampus mengenai KKN yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Satu per satu pengumuman saya baca. Karena selebaran yang saya baca hanyalah hasil kamera dari teman saya yang diunggah ke akun facebooknya, maka saya download dan membacanya satu per satu. pada poin pertama pengumuman itu, aman-aman saja. Nah ketika saya beranjak ke poin kedua, jejeran angka membuatku kaget, bukan cuma saya yang kaget ternyata teman-teman mahasiswa angkatanku pun kaget dan heran. Kok, angka sebesar itu menjadi syarat untuk melakukan KKN??? Bayangkan saja, angka 1. 300. 000 merupakan biaya yang harus kami bayar untuk mengikuti program KKN ini.

Lantas mengapa saya heran...??? Yah, ketika saya bandingkan antara pembayaran KKN pada tahun sebelumnya sangat berbeda dari tahun ini. Sungguh sangat berbeda jauh. Bisa liat rincian ini.

Rincian Biaya KKN Tahun 2014

Berbeda jauh kan..??? 
Yah, walaupun dalam hal ini BBM naik, tetapi jangan seenaknya menaikkan biaya KKN sampai sejauh itu. Kita ini adalah mahasiswa dan bukan seorang pengusaha besar. Kalaupun diantara kami ada yang beruntung merupakan anak seorang pengusaha besar, alhamdulillah.. Tapi yang lainnya..??? Bagimana kalau salah satu di antara mahasiswa ada yang anak seorang tukang becak atau tukang bentor yang setoran perhari orang tua mereka tidak menentu. Atau bahkan ada di antara mahasiswa yang membiayai hidupnya sendiri dengan kerjaan seadanya. Apakah yang disalahkan adalah mahasiswa tersebut? Tidak bisa begitu kan..???

Dengan rincian dana yang seperti itu, seolah-olah kami menjadi korban kesemena-menaan birokrasi kampus. Bukan hanya saya yang tidak menerima, namun seluruh teman-teman saya tidak bisa menerima keputusan seperti ini. Kalau seperti ini, KKN sudah bukan Kuliah Kerja nyata lagi namanya, tetapi menjadi Korupsi Kolusi dan Nepotisme. 

Namun, saya tak ingin anarkis yang tiba-tiba langsung ingin melempari rektorat kampus atau memaksa para pengurus untuk mengubah keputusan secepatnya dengan paksaan yang tidak bermoral. Saya hanya berharap lewat tulisan ini, serta lewat perjuangan teman-teman yang hari ini Senin, 20 januari di bawah rintik-rintik hujan melaksanakan Demonstrasi yang sama sekali tidak anarkis, saya ucapkan selamat memperjuangkan hak-hak mahasiswa seutuhnya. Maaf kawan, saya tak bisa ikut karena bertepatan dengan waktu kuliah saya yang sama sekali tidak bisa untuk tidak dihadiri. 

Semoga perjuangan kita untuk memperjelas Biaya KKN ini akan mendapatkan kemudahan dari Allah yang maha kuasa serta diberkahi oleh-Nya.



Hari Anti korupsi, Demo Gak Yah?

Setelah sekian lama tidak mncul di dunia blogging. Akhirnya, saya muncul juga. Sebenarnya sih, bukan karena banyak kerjaan atau kesibukan sehingga saya tak pernah menggubris blog kesayanganku ini. Tepatnya karena setiap kata yang saya mau tulis lebih enak jika saya simpan di fikiran daripada nulis di sini. (sebenarnya sih, alasan)...!!

Yah, hari ini tepatnya Hari Anti Korupsi. Hari di mana seluruh mahasiswa yang merasa dirinya tidak pernah korupsi, melakukan aksi kampungan lagi. Yah, menghalang-halangi pengguna jalan kan itu kampungan. membuat asap dan polusi dengan bakar ban juga kampungan, terlebih lagi melakukan paduan suara di bawah fly over "Hidup Mahasiswa".... yah, itu lebih kampungan daripada orang kampung. Pokoknya kampungan deh mereka. eitsss... Ada yang mulai marah... Mulai marah... Mulai marah....!!! eitss... eits... Ada juga yang mngangguk-angguk ....!!! 



Kalau berbicara soal korupsi, binatang yang sering jadi sasarannya adalah Si Tikus. Kasian... Padahal si Tikus tidak pernah sekalipun melakukan korupsi, bahkan tak tahu menahu tentang korupsi. Yah, walaupun Tikus itu sering mencuri makanan kita di rumah, ataupun sering menyelinap-menyelinap tak karuan di dalam rumah. Kata-kata "Tikus-tikus berdasi" muncul seiring menjamurnya keturunan-keturunan korupsi di negara ini. Asiikkk...!! 

Eh, Korupsi bukan cuma UANG loh... korupsi waktu juga ada. Nah, korupsi waktu ini yang paling sering dilakukan dengan tidak sadar. Utamanya oleh mereka yang bekerja mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4 sore. Wah, bahkan mereka melakukannya tiap hari kerja. Korupsi waktu tetapi tetap mendapat bayaran yang menggiurkan. Sama sekali tak bisa dicontoh. kadang juga korupsi waktu ini dilakukan oleh sebagian dosen dan guru-guru loh,.. padahal mereka adalah suri tauladan bagi anak didiknya, Loh, dia yang mengajarkan korupsi. Jadi memang, secara tidak sengaja, korupsi itu telah diperkenalkan kepada anak didik sejak sekolah. itulah makanya, ketika anak didik sudah besar, dia juga akan melakukan hal yang sama dengan Gurunya dulu.

Namun, saya juga heran mengapa hari anti korupsi itu dirayakan dengan turun ke jalan melakukan aksi-aksi kampungan. Para koruptor bisa tertawa di balik penderitaan kalian, tolol...!! ketika kalian teriak, Hukum para Koruptor...!!! Para koruptor semakin memperkeras suara ketawanya. para koruptor itu sudah didoktrin untuk tidak terpengaruh dengan ancaman-ancaman aneh. apa lagi cuma ancaman dari mahasiswa seperti kalian, tolol...!! ancaman dari seorang mahasiswa yang punya IPK tidak lebih dari 3,0. Untung hari ini Hujan.. hahaha..!! Tapi herannya, walaupun hujan mereka tetap berjibaku dengan mikrofon di tangan dan teriak tidak jelas menghabiskan suaranya. Padahal nanti kalau mahasiswa itu yang jadi pejabat, yah ujung-ujungnya dia juga korupsi. Sehingga dia lagi yang menjadi sasaran aksi mahasiswa. huhh.. Tak ada habisnya.

Kalaupun setiap hari anti korupsi kalian lakukan demo kampungan kayak gini, kan warga dan pengguna jalan akan merasa bosan, dan kalau mereka sudah seringkali bosan, pasti ujung-ujungnya mereka jengkel. dan kalau mereka sudah jengkel, kira-kira yang akan jadi korban kejengkelan mereka itu siapa lagi kalau bukan kalian para mahasiswa.

kreatiflah sedikit....!!! karena warga dan pengguna jalan itu tidak mau tahu soal tujuan kalian berada di jalan mengahalang-halangi mereka, mereka cuma taunya kalau kalian mengganggu jalan mereka.

Nah, kalau bisa, di hari anti korupsi ini, mending kalian buat kelompok untuk membantu pak abraham samad untuk cari mereka yang korupsi. Kan, itu lebih bermanfaat sedikit ketimbang membuat resah pengguna jalan....!!!

wkwkwkwk....!!
Loh,,, kok ketawa yah....!!!! Sudahlah, mending buat tulisan kayak gini.
Atau mending fokus ke PDKT saya dengannya lah, daripada turun ke jalan. Hujan-hujan gini. Huh....!!!!

Sejuta Kisah Di Warkop Dottoro



Warkop Dottoro. adalah sebuah warung kopi yang bisa dikatakan sangat unik. Mengapa? yah, yang pertama karena namanya "Warkop Dottoro". kalau dalam bahasa bugis-makassar bisa kita artikan dokternya kopi. Aneh kan? Yah, begitulah warkop Dottoro ini. begitu unik namun sangat terkenal dimana-mana. menurut seorang pendatang dari pulau lain. "Anda akan rugi ke Makassar kalau tidak singgah di Warkop Dottoro ini dan mencicipi kopi khasnya.

Kata Dottoro ini sendiri memiliki maksud dapat menyembuhkan kaum pria yang merasa jenuh atau suntuk berdiam diri di rumahnya. Warkop Dottoro ini juga dapat dijumpai di beberapa jalan di Makassar, seperti di warkop pusatnya di Jalan Tinumbu, di Jalan Satando, Jalan Pattimura, Jalan Veteran dan masih banyak lagi yang tak kutahu alamatnya di mana.Pengunjung warkop Dottoro ini terdiri dari berbagai macam kelas, mulai dari tingkatan anak muda seperti saya dan teman-teman, bapak-bapak bahkan ibu-ibu sekalipun.