Skripsi Itu (tak) Gampang





Akhir-akhir ini, saya mendapatkan sebuah predikat baru dalam dunia per-campus-an. Sebuah predikat yang tak bisa saya lupakan. Bagaimana tidak?? Pasalnya predikat tersebut adalah predikat yang sangat sakral di kehidupan kampus. Yah, berpredikat sebagai Mahasiswa Akhir di kampus adalah sebuah keadaan yang kadang membuat kita bangga, namun lebih sering membuat kita galau. Bangga, karena kita sudah memasuki saat-saat menjadi seorang raja di kampus. Tak ada lagi senior, tak ada lagi yang perlu ditakuti, dan tak ada lagi kepura-puraan dalam menghormati. Namun, tidak mesti berbangga terus-menerus. Dijamin, dalam semester ini rasa Galau akan terus menyerang. Pasalnya, ada sebuah pertanyaan yang sangat tidak diharapkan oleh mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir seperti saya ini. "Brooo, kapan selesainya..??".

Pertanyaan tersebut benar-benar sangat mengganggu di pikiran saya. Bagaimana cara menjawabnya dengan keadaan skripsi seperti sekarang ini...?? Hahaha... Kadang saya tersenyum sendiri ketika mendengar pertanyaan tersebut ditanyakan oleh junior-junior ataupun keluarga terdekat saya. Rasanya menggelikan, namun kadang juga membuat emosi. Ya iyalah, kalau ditanyakan terus menerus kan bikin kita tak bisa menahan diri.

Tetapi, setelah belajar banyak dari senior-senior di atas saya, saya mulai tahu jawaban yang pas untuk menjawab pertanyaan sekejam itu. Kalau nanti ada yang nanya ke saya "Kak, kapan selesainya", yah bilang saja, secepatnya... Hehehe.. Jawaban itu sesuatu banget. Tidak membuat saya terlihat ketakutan ataupun tidak membuat saya terelihat hancur dengan skripsi.

Kalau berbicara tentang skripsi, yang ada di benak kalian para junior-junior pasti masih membayangkan kalau skripsi itu super duper gampang dikerjakan. Yah, saya doakan buat kalian yang bilang begitu, semoga kalian dimudahkan sesuai dengan anggapan kalian itu...

Skripsi itu kalau mau diibaratkan, bagaikan film horror, yang kalau kita nonton sendiri-sendiri kita akan ketakutan setengah mati tetapi menikmatinya, dibanding dengan menontonnya bersama-sama tetapi tidak menikmati film tersebut. Skripsi juga begitu, kalau kita kerja bersama dengan anggota geng kita, maka skripsi tersebut akan terasa mudah namun timbal baliknya ke kita tidak semaksimal jikalau kita kerja skripsi tersebut sendiri dengan usaha dan modal sendiri tanpa bantuan orang lain. Terasa begitu bermanfaat, ketika kita sudah mengetik Daftar Pustakan Skripsi yang kita kerja tanpa bantuan orang lain.

Namun sebenarnya, mengerjakan skripsi itu tidak sesusah di bayangan anda. Kerja skripsi itu sejatinya sangat gampang. Cuma kitanya saja yang malas untuk berusaha. Sok mempublish di sosial media kalau skripsi itu sulit. Padahal kalau kita tekuni dan berusaha keras maka akan gampang dan cepat menyelesaikannya.



Percayalah (nasehat untuk diri saya sendiri), Kamu hanya butuh waktu 3 minggu untuk menyelesaikan skripsi kamu. Bukan 3 bulan, percaya itu....!!

So, buat teman-teman seperjuanganku yang sampai sekrang masih berkutat melawan skripsi atau masih berusaha untuk Seminar Proposal, ayo lebih semangat lagi. Kejar tuh skripsi. Gampang kok...!!!

Menggenggam Dunia Dengan Speedy Instan 8108 dan Speedy Instan Card

Speedy Instan, Solus internet Anda..


Betul kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta". Yah, kurang lebih seperti itulah kisahku dengan Speedy Instan. Awalnya, saya sangat sering melihat banner bertuliskan ketik Net (spasi) 5000 Kirim ke 8108 untuk internet seharian. Wah, cuma dengan modal 5000 rupiah kita sudah bisa internetan ria. Saya pun nekat untuk mencobanya karena kebetulan saya menggunakan kartu AS dari telkomsel, dengan mengetik sebagaimana petunjuk dari banner itu, akhirnya sms balasan pun datang dari 8108. "Username Akses speedy_instan@wifi.id anda : 98529887xxxx, pass : n9h Berlaku sd. 29 April 2014 10:21 WIB. CS: 147. 

Sms Balasan dari 8108 - Dokumen Pribadi


Bukannya langsung ber-internetan ria, malah saya pusing. Dasar bodoh, saya tidak tahu cara menggunakannya. Dengan manyun depan laptop beberapa menit, saya mulai meratapi nasib kehilangan pulsa 5000 rupiah. hiks..hiks..hiks...

Esoknya, karena saya masih penasaran dengan internetan seharian tersebut, maka saya langsung browsing dulu semua hal menyangkut internetan, Yah mumpung di kampus masih tergolong free wifi. dan dengan sekejap saya pun langsung mengerti cuma dengan melihat video Speedy Instan di bawah ini :

  :


Gampang kan??
Iyyalah, videonya jelas begtu kok, pokoknya Speedy Instannya cakep deh. Apalagi saya tinggal di daerah perkotaan kota makassar, yang hampir setiap sudutnya sudah terpasang Hotspot @wifi.id. Mulai dari Mall, Cafe, Kampus bahkan di sekitar rumah-rumah warga pun sudah ada. Favorit saya sih, di Cafe Pisang Goreng Nugget. Alasannya simpel, saya bisa berjam-jam berada di sana tanpa ada gangguan kelaparan dan keributan.

Speedy Instan 8108 Net 5000


Dan di sinilah saya mulai mengenal Speedy Instan
semenjak mengetahui registrasi 8108 tersebut, saya tak pernah meninggalkan ritual ke Cafe setiap harinya. Yah, tak lain dan tak bukan hanya untuk menikmati Speedy Instan yang bukan hanya gesit, tapi juga murah. Itu intinya. Download, Download dan download tak pernah saya tinggalkan ketika sedang berada dalam jangkauan Speedy Instan. Pokoknya kalau lihat tanda kayak gambar di bawah ini, jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk tidak menikmatinya deh...

Tanda Kalo Di Area ini ada terpasang Hot Spot Speedy Instan - Dokumen Pribadi



Lantas, kalau saya tidak menggunakan Kartu Telkomsel atau Flexi bagaimana???
 Pertanyaan di atas adalah pertanyaan salah satu teman saya ketika saya memperkenalkan Speedy Instan kepadanya dan menyulitkan diriku untuk menjawabnya. Awalnya, saya registerasi 8108 sebanyak dua kali di Handphone saya. Katanya ribet. Lalu dia nanya lagi, "Kalau misalnya saya pergi sendiri caranya bagaimana?". Saya pusing, dan akhirnya browsing lagi. Hasilnya, saya menemukan video yang pas untuk menjelaskan nya kepada temanku. Ini dia

  :

Bagaiaman??? Model iklannya cakep kan..? Eh.. maksudnya Speedy Instan Cardnya cakep kan? 

Waw, ada Speedy Instan Card rupanya!!
Speedy Instan Card adalah satu alternatif lain untuk menikmati kecepatan Jaringan Speedy Instan atau @wifi.id. Jadi, jikalau tidak sedang  menggunakan Kartu Telkomsel (AS, Smpati dan Halo) ataupun telkom Flexi, maka anda tetap bisa menikmati Speedy Instan dengan cukup membeli Speedy Instan Card yang tersedia di Plasa Telkom atau Authorized/outlet yang bekerja sama dengan Telkom dalam hal ini toko-toko cellular lainnya.

Hari Ketiga menikmati Speedy instan Card 10.000 - Dokumen Pribadi



Hari Ketiga menikmati Speedy Instan Card 10.000 - Dokumen pribadi


Pilihlah, sesuai dengan kantong Anda.
Speedy Instan Card 10.000
Setelah beberapa hari mengenal Speedy Instan Card, Saya pun move on dari yang tadinya menggunakan registrasi melalui 8108 sampai saya menggunakan Speedy Instan Card yang lebih simpel lagi. Speedy Instan Card hadir dengan beberapa varian harga sesuai dengan kantong anda. Seperti halnya dengan saya yang merupakan seorang mahasiswa sekaligus Blogger yang dapat kiriman uang sebulan sekali. Saya paling sering menggunakan Speedy Instan Card 10.000. Alasannya cukup simpel, selain karena murah dan jaringan super cepat, paket ini bisa saya gunakan selama 3 hari coy.... Kebayang kan kalau selama 3 hari download film dengan kecepatan di atas rata-rata???

Speedy Instan Card 5000
selain yang 10.000 tadi, Speedy Instan Card juga punya beberapa macam lagi. Di antaranya, Speedy Instan Card 5.000 yang bisa kita gunakan selama 24 jam (kalau yang ini hampir sama dengan registerasi 8108 tadi).


Speedy Instan Card 1000 Jamsostek






Ada juga yang lebih murah lagi yaitu Speedy Instan Card 1.000 rupiah Tetapi, paket ini khusus untuk pengguna Jamsostek sehingga cara registerasinya cukup memasukkan User name keanggotaan Jamsostek. Ini menguntungkan bagi anggota Jamsostek. Kalau orang lain yang tidak termasuk anggota Jamsostek harus membayar 5.000 perhari, maka anggota Jamsostek hanya perlu membayar 1.000 rupiah perhari. murah kan... murah kan...??? Bukan hanya itu, baru-baru ini Speedy Instan dalam hal ini PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk bekerja sama dengan INTEL sehingga terciptalah Speedy Instan Card-Intel. Kartu ini bisa digunakan selama 6 bulan lamanya dan didapatkannya pun secara cuma-cuma ketika kita membeli salah satu produk dari Intel baik itu Laptop, Netbook, Ultrabook maupun produk lainnya. Caranya pun sama dengan Speedy Instan Card lainnya. Wawww... Wawww.... Dunia Benar-Benar Dalam Genggamanmu.


Speedy Instan Card  INTEL - Dokumen Pribadi


Lantas, Bagaimana Kecepatan Speedy Instan Yang Katanya Super Cepat?
Wahh... Belum Tau yah??? 
Baru-baru ini saya menguji coba kecepatan download Speedy Instan dan Wifi di Kampus saya. Dan hasilnya... Wuissss... Beda jauh coy...

Dengan menggunakan jaringan Speedy Instan kecepatan download menggunakan IDM atau Torrent bisa mencapai 4 MB/sec Loh....!!

Download File dengan jaringan Speedy Instan Kenceng banget - Dokumen Pribadi


Sedangkan di kampus saya, walaupun terbilang cepat oleh teman-teman saya, namun masih kalah jauh dengan kecepatan download Speedy Instan.


Proses Downloading Di kampus saya - Dokumen Pribadi


Jadi kecepatan akses internet 512 Kbps serta download upload 10Mbps nya Speedy Instan sangat memanjakan para penikmat internet. Kalau dulunya hanya seorang yang ahli membobol jaringan internet saja yang bisa menggunakan kecepatan download kayak tadi, nah sekarang walaupun kita tinggal di perkampungan manapun tetap saja bisa menikmati kecepatan download seperti itu, dengan syarat harus dengan Speedy Instan. 

Masih Bigung dengan cara registerasinya??
Sebenarnya cara registerasi untuk menikmati Speedy Instan itu begitu mudah kok?? gak perlu ada keahlian khusus untuk menggunakannya. Untuk lebih jelasnya lagi, ini saya kasih cara simpelnya.

- SPEEDY INSTAN Rp. 5000. via 8108
Ketik Net (Spasi) 5000 kirim ke 8108 lewat Telkomsel atau Telkom Flexy dari Handphone Anda - Masuk Ke jaringan Speedy Instan atau @Wifi.id Yang kemudian akan menuju ke Halaman Pembuka Untuk Log In - Masukkan User Name Serta Password di Halaman Web Pembuka - Enjoy It.

-SPEEDY INSTAN CARD
     - Rp. 5. 000 & Rp. 10. 000
       Gosok Pada Bagian belakang kartu - Masuk Ke jaringan Speedy Instan atau @Wifi.id Yang kemudian akan menuju ke Halaman Pembuka Untuk Log In - Masukkan User Name Serta Password di Halaman Web Pembuka - Enjoy It.

     - Jamsostek Rp. 1000
       Gosok Pada Bagian belakang kartu - Masuk Ke jaringan Speedy Instan atau @Wifi.id Yang kemudian akan menuju ke Halaman Pembuka Untuk Log In - Masukkan User Name Jamsostek anda Serta Password yang ada di bagian belakang kartu di Halaman Web Pembuka - Enjoy It.

     - Speedy Instan Card - INTEL
       Gosok Pada Bagian belakang kartu - Masuk Ke jaringan Speedy Instan atau @Wifi.id Yang kemudian akan menuju ke Halaman Pembuka Untuk Log In - Masukkan User Name Serta Password di Halaman Web Pembuka - Enjoy It. Ketentuannya dapat di lihat DI SINI.


Lagi nyantai sambil menikmati Speedy Instan Card - Dokumen Pribadi


Kini, saya dan Speedy Instan bagaikan sebuah Mobil Dan Bensin, sama-sama saling melengkapi. Mobil tak bisa jalan kalau tidak diisi dengan bensin, bagitupun dengan saya, tak dapat berbuat apa-apa tanpa Speedy Instan. Saya selalu update seputar apapun yang dibicarakan oleh orang-orang. Teknologi, Musik, Film, Aplikasi dan segala sesuatu di dunia dapat saya ketahui dengan cepat dengan bantuan ke-ngebut-an akses internet dari Speedy Instan. Makasih deh buat Speedy Instan yang telah memberikan solusi terhebat, termurah, tercepat dan terbaik dalam mengakses internet.

Beli banyak - Dokumen Pribadi
So, buruan beli Speedy Instan Card....!!! 
Saya udah beli, banyak tuh....!!!


Sukses selalu kepada PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, Tbk atas Speedy Instan nya. Dan buat teman-teman yang masih menggunakan jaringan-jaringan abal-abal untuk koneksi internet, segera move-on ke SPEEDY INSTAN.... :}


Sekian dan Terima Kasih.....
Hormat Saya Ilham....

PEMILU : Pemilihan Lucu



Di tengah-tengah sibuknya saya ber-KKN, berita tentang pemilu juga muncul. Yah, sebuah pesta demokrasi yang akan dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat dan akan menentukan untuk lima tahun ke depannya. Saya masih ingat ketika masih kecil, kala itu saya hanya tahu bahwa pemilu itu adalah perhitungan suara, pokoknya saya cuma tahu tentang garis-garis yang dibuat untuk menghitung suara. Saya tidak pernah menyangka dengan keadaan pemilu seperti sekarang ini. Semuanya serba uang. Yah, memang para warga membutuhkan uang, namun dengan cara seperti ini (memberikan uang untuk dipilih), itu artinya kita memberikan izin kepada calon wakil rakyat tersebut untuk korupsi. Hal yang kecil saja mereka sudah curang, apalagi hal-hal yang besar lainnya yang lebih menghasilkan. Wahhhh...

Justru, saya lebih memilih caleg yang mencalonkan dirinya lalu kemudian tidak muncul lagi untuk mempersiapkan pemilihan nanti. Jangan seperti sekarang ini, sudah dua hari diumumkan masa tenang untuk kampanye, eh masih ada juga yang memasang spanduk maupun baliho di tepi-tepi jalan. Ini sudah hari terakhir masa tenang kampanye, namun kartu nama, stiker, serta amplop yang berisikan uang tetap saja beredar. Wah sungguh keadaan yang ayal yah.

Katanya wakil rakyat. Namun, apakah kita sebagai rakyat bisa diwakili oleh orang seperti ini..?? yang melihat seseorang hanya dengan uang saja.?? begitukah tindakan seorang wakil rakyat..?? bagaimana bisa mewakili kita, sedangkan langkah awalnya saja salah. Kita seolah-olah dihargai dengan uang, kita seolah-olah ditipu dengan uang bahkan kita seolah-olah diperintah dengan uang. Apakah kita semurah itu...??

Dengan uang 100 ribu kita disuruh untuk memilih. Lah suatu saat ia terpilih, dia malah korupsi dan menyengsarakan kita. Bagaiamana bisa kita memilih wakil rakyat yang memberi uang seperti itu. Kalaupun ada yang memilih, yah mereka itulah yang memilih hidupnya sengsara selama lima tahun mendatang.

Sudahlah... Caleg itu ingin naik menjadi anggota legislatif karena butuh uang kan..??  yah, tepat sekali... para wakil rakyat itu akan melakukan semua cara untuk mewujudkan impiannya tersebut. Termasuk memodalinya dengan membagikan 100 ribu ke tiap-tiap warga.



Lucu yah, melihat keadaan seperti ini.
itulah mengapa sampai sekarang, masih ada yang golput alias tidak ikut pemilu. Mereka masih menganggap bahwa ada dan tidaknya wakil rakyat tersebut tidak mempengaruhi taraf kehidupan mereka. Seperti kebanyakan teman-teman saya di kampus. Mereka malah memilih untuk mendaki gunung ketimbang ikut memilih caleg.

Itulah juga mengapa saya katakan bahwa Pemilu itu adalah singkatan dari Pemilihan Lucu...!!!
Lucu karena yang akan dipilih semuanya memasang fotonya di pinggir-pinggir jalan, bahkan ada yang sampai menutup rambu-rambu lau lintas dengan spanduknya. Beragam kata-kata mutiara menusuk hatipun beredar. Namun tetap, mengganggu pemandangan jalan.

Intinya, kalau saya bangun, saya akan ke TPS untuk memilih. Tapi kalau ketiduran, tak ada alasan lagi untuk memilih.....

KKN Itu Sedih Dan Senang Part 1

Sudah sebulan blog ini tak berisi. Yah, sebuah prestasi tersendiri bagi blog ini. Kenapa begitu pemirsa??? Hmmmm... Lokasi KKN yang berda di derah pedesaan membuat aktivitas ngeblog ku akhir-akhir ini tak karuan. Bukan tak karuan, sebenarnya tidak ada sama sekali. Entah semua jaringan yang biasa saya pakai untuk berselancar di dunia maya tiba-tiba menghilang. Sebut saja jaringan 3, yang walaupun saya memiliki kuota sebanyak 5 GB, namun dengan tidak adanya jaringan, kuota sebanyak itu tak berguna sama sekali. Namun, tak usah panjang lebar dengan masalah jaringan tersebut. Intinya, suasana KKN selama sebulan ini telah kulalui dengan tanpa jaringan sehingga postingan untuk bulan maret sama sekali tidak ada alias Nothing...


KKN adalah sebuah program yang ada di setiap kampus. Kuliah Kerja Nyata merupakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat. Selama dua bulan kita disimpan di sebuah desa untuk membangun desa tersebut, membuat program-program yang menyentuh para warga, sampai memberikan beberapa sumbangsih pikiran demi kemajuan desa tersebut.

Kebetulan saya ditempatkan di sebuah Desa dengan masyarakat yang cinta akan mahasiswa KKN. Desa Toddotoa namanya. Terletak di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa Provinsi Sul-Sel. Desa yang aman dan damai bagi warganya. Desa yang begitu menyejukkan ketika rindang-rindang pohon mulai menyambut di pagi hari. Sungguh saya beruntung berada di desa ini.

Pertemuan pertama dengan tuan rumah yang kebetulan adalah kepala Desa adalah pertemuan yang begitu menyenangkan. Kami disambut begitu ramah dan begitu perhatian, tampak dengan jamuan makanan serta senyum simpul dari tuan rumah. Hari pertama pun dimulai.

Kami berjumlah sepuluh orang yang terdiri dari enam perempuan dan empat laki-laki. teman-teman yang baik menurutku pada hari itu. Saya sebutkan namanya saja. Ada Kak Irfan Idris selaku koordinator desa yang merupakan senior saya di pesantren. Ada Hikmah yang juga merupakan teman sepesantren dengan saya, dan saya beruntung karena seposko dengan mereka berdua karena ada kemungkinan kita memiliki satu kesamaan fikiran. Selanjutnya, ada Anti, yang bernama lengkap Nur Jayanti, anak yang manis menurutku. Kemudian ada Arya, Mahasiswi jurusan Teknik Informatika yang harus menjalani sebuah cobaan dalam KKN ini karena sedang mengidap sebuah penyakit yang mengharuskannya tidak dapat menginap di posko. Lalu ada Rani, mahasiswi farmasi yang kayaknya tahu betul mengenai obat-obatan. selanjutnya, ada Dhila, mahasiswi tergemuk yang ada di posko kami, dan mahasiswi yang baru saya tahu kalau dia sudah naik haji. Perempuan terakhir yaitu Suharni, mahasiswi keperawatan yang bermaksud untuk belajar masak selama ,KKN, hehehe.. Dua cowok yang lain yaitu Uchwal, mahasiswa jurusan managemen serta Ihwan Faisal, mahasiswa jurusan Ilmu Hukum.


Harus kuakui, dalam menjalani KKN, tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak cobaan yang harus kita lalui dengan penuh dengan lapang dada. Namun, di balik itu banyak juga kesenangan yang berlalu begitu saja yang melengkapi hidup ber-KKN.

Hal yang paling harus diperhatikan dn dihadapi adalah teman seposko. Sungguh senang rasanya ketika mendapatkan teman seposko yang begitu baik, sopan, kocak dan yang paling penting tidak berlebihan dalam hal apapun. Namun, sungguh derita yang tak kalah hebatnya ketika mendapatkan seorang teman seposko yang penuh egois, susah diajak cerita, sok, dan sebagainya. Itulah, mengapa teman seposkolah yang paling harus kita hadapi ketika KKN ini.

Hmm, kalau berbicara mengenai teman seposko, saya memiliki teman seposko yang berbeda-beda sifat dan wataknya. Yah, walaupun awalnya saya sangat bahagia tinggal seposko dengan mereka, namun seiring berjalannya waktu, sifat-sifat aneh mereka muncul dan saya tak suka. Terlebih lagi seorang teman seposko denganku yang saya sangat tidak suka perlakuannya. Orangnya penuh dengan modus, ia bekerja ketika bapak ataupun Ibu Desa melihatnya, namun aslinya, dia begitu pemalas. Saya sudah mengamatinya berhari-hari selama sebulan. Awalnya saya memang akrab bahkan jadi bestfriend, namun karena sifatnya itu, saya perlahan-lahan mulai menjauh dari dia. Orangnya serba modus, sampai-sampai senyumnya pun penuh dengan modus, sok berbeda dari yang lain padahal semuanya busuk. Kalau mengingat dia, rasanya saya ingin cepat-cepat menyelesaikan KKN ini.

Namun, bukan cuma sedih. di posko pun saya merasakan begitu banyak kesenangan. Dikelilingi oleh anak-anak, mengajar di sekolah serta TPA, main bola dengan warga adalah anugrah yang tidak bisa kudapatkan di kediaman saya. Sehingga hal itu juga yang membuatku betah di desa ini. Justru saya tak rela meninggalkan mereka. Anak-anak desa itu jadi penghibur selama saya KKN.

Namun, memang... KKN itu penuh dengan hal tak terduga.