Mengapa Pintu : All-in-One Crypto App Jadi Pilihan Terbaik untuk Trader dan Investor?

Jika Anda pernah mencoba trading atau investasi di dunia cryptocurrency, pasti sudah merasakan betapa cepatnya industri ini berkembang. Dalam beberapa tahun terakhir, saya sendiri menyaksikan bagaimana semakin banyak orang mulai tertarik masuk ke pasar ini, baik sebagai trader aktif maupun investor jangka panjang. Namun, ada satu hal yang jelas: mengelola portofolio kripto bisa sangat memakan waktu, terutama jika Anda harus beralih antara berbagai aplikasi untuk membeli, menjual, atau bahkan hanya memantau aset Anda. Itulah mengapa Aplikasi Pintu : All-in-One Crypto App menjadi penyelamat bagi banyak orang, termasuk saya. Aplikasi ini menawarkan berbagai fitur dalam satu platform, dan berikut adalah alasan mengapa menurut saya, aplikasi Pintu ini merupakan pilihan terbaik untuk trader dan investor kripto.

1. Semua Ada dalam Satu Aplikasi

Salah satu pengalaman paling menyenangkan menggunakan Pintu : All-in-One Crypto App adalah bagaimana aplikasi ini mampu menyederhanakan segalanya. Saya tidak lagi perlu bolak-balik antara berbagai platform untuk membeli atau menjual kripto, mengecek harga pasar, atau mengelola aset saya. Semuanya tersedia dalam satu tempat. Dengan satu aplikasi, saya bisa mengakses pasar, memantau portofolio, dan mendapatkan pembaruan harga secara real-time. Bagi saya, ini adalah langkah besar menuju efisiensi.

Aplikasi ini juga menyediakan dasbor yang mudah dipahami, bahkan ketika saya pertama kali memulai. Dengan antarmuka yang intuitif, saya tidak merasa kewalahan meskipun masih belajar tentang seluk-beluk dunia kripto. Semua fitur dapat diakses dengan mudah, sehingga mengelola aset menjadi jauh lebih sederhana.

2. Pintu merupakan exchange pertama yang memiliki fitur Web3 Wallet di Indonesia



Saat pertama kali tahu bahwa Pintu jadi exchange pertama di Indonesia yang punya fitur Web3 Wallet sebagai crypto wallet, saya langsung merasa ini adalah langkah besar. Dengan fitur ini, pengalaman saya mengelola aset kripto jadi lebih fleksibel. Tidak hanya bisa trading seperti biasa, tapi sekarang saya juga bisa langsung terhubung ke aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan mengelola NFT tanpa harus pindah platform. Semua bisa dilakukan langsung dari aplikasi Pintu. Rasanya seperti punya kontrol lebih penuh atas aset digital saya, dan tentunya ini membuat saya lebih mudah masuk ke ekosistem Web3 yang terus berkembang.

3. Keamanan yang Terjamin

Keamanan adalah prioritas utama bagi saya ketika melakukan trading kripto. Ketika saya menemukan bahwa Pintu : All-in-One Crypto App dilengkapi dengan fitur keamanan canggih seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan enkripsi tinggi, saya merasa lebih tenang. Mereka bahkan memiliki penyimpanan cold storage, yang berarti aset saya tidak mudah diakses oleh peretas.

Aplikasi ini juga mematuhi peraturan yang berlaku di berbagai negara, jadi saya tahu bahwa aplikasi ini beroperasi dengan standar keamanan dan transparansi yang tinggi. Keamanan ini membuat saya lebih nyaman untuk melakukan transaksi dalam jumlah yang lebih besar.

4. Fitur Trading dan Analisis yang Lengkap

Sebagai trader, saya sangat menghargai fitur analisis pasar yang ditawarkan oleh aplikasi ini. Grafik harga, indikator teknikal, sinyal trading, dan berita pasar semuanya ada di satu tempat. Ini membantu saya membuat keputusan trading yang lebih baik dan berbasis data. Saya tidak perlu membuka banyak tab atau platform tambahan untuk mendapatkan informasi yang saya butuhkan.

Bahkan sebagai investor jangka panjang, saya tetap memanfaatkan fitur-fitur ini. Saya bisa memantau pergerakan harga secara berkala dan memanfaatkan alat-alat analisis untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual aset.

5. Cara Praktis Dapat Pendapatan Pasif dari Kripto



Menggunakan Pintu Earn untuk pertama kali benar-benar memberikan pengalaman yang simpel dan praktis. Tanpa persyaratan rumit, saya bisa langsung mengalokasikan aset kripto seperti Bitcoin dan USDT ke dalam fitur ini hanya dengan beberapa klik di aplikasi. Yang paling saya sukai adalah tidak ada batas minimal atau biaya tambahan, sehingga kapan saja saya bisa mulai menghasilkan pendapatan pasif tanpa ribet. Selain itu, bunga yang saya dapatkan langsung masuk ke saldo setiap hari, dan aset saya tetap likuid, artinya bisa diambil kapan saja tanpa menunggu jangka waktu tertentu. Ini benar-benar solusi praktis untuk memaksimalkan portofolio kripto saya dengan mudah.

6. Diversifikasi yang Mudah

Dalam pengalaman saya, salah satu strategi penting dalam berinvestasi adalah diversifikasi. Dengan aplikasi  Pintu : All-in-One Crypto App, saya bisa berinvestasi dalam berbagai aset kripto seperti Bitcoin, Ethereum, hingga altcoin yang lebih kecil. Semuanya ada dalam satu platform. Ini sangat membantu saya untuk mengurangi risiko investasi karena saya bisa dengan mudah mengelola portofolio yang beragam.

7. Cara Mudah Untuk Dapat Imbal hasil Melalui Fitur PTU Staking

Menggunakan fitur PTU Staking di aplikasi Pintu adalah salah satu cara saya memaksimalkan kepemilikan token PTU (Pintu Token) sambil mendapatkan imbal hasil pasif. Awalnya, saya tertarik karena proses staking-nya sangat sederhana dan bisa dilakukan langsung dari aplikasi tanpa harus memahami mekanisme staking yang rumit. Setelah memilih jumlah PTU yang ingin saya lock, imbal hasil mulai diakumulasikan setiap hari, dan saya bisa melihatnya bertambah secara real-time. Yang saya sukai adalah saya tetap punya kontrol penuh, dan bisa memilih untuk unstake kapan pun saya butuh, tanpa harus terikat waktu tertentu. Selain mendapatkan imbalan, staking PTU juga memberi akses ke berbagai keuntungan seperti pengurangan biaya trading, membuat pengalaman saya semakin menguntungkan.

8. Kemudahan dalam Pembayaran dan Penarikan Dana

Fitur lain yang sangat memudahkan adalah integrasi metode pembayaran tradisional seperti transfer bank atau kartu kredit. Ini membuat proses pengisian saldo dan penarikan dana menjadi sangat mudah dan cepat. Beberapa aplikasi bahkan mendukung fitur staking, yang memungkinkan saya untuk mendapatkan penghasilan pasif dari aset kripto saya. Ini adalah cara yang bagus untuk memaksimalkan aset yang saya miliki tanpa harus terlalu aktif melakukan trading.

9. Akses dari Mana Saja

Salah satu keuntungan besar yang saya rasakan adalah fleksibilitas akses aplikasi ini. Saya bisa mengaksesnya melalui desktop, web, atau bahkan melalui aplikasi mobile. Jadi, kapan pun saya ingin mengecek portofolio atau melakukan transaksi, saya bisa melakukannya dengan cepat dan mudah. Ini sangat penting bagi saya sebagai trader, mengingat pasar kripto tidak pernah tutup—beroperasi 24/7.

10. Cara Cerdas Menghadapi Fluktuasi Pasar Lewat Fitur Auto DCA

Menggunakan fitur Auto DCA (Dollar-Cost Averaging) di aplikasi Pintu adalah salah satu keputusan terbaik yang saya ambil dalam perjalanan investasi kripto saya. Sebagai seseorang yang baru memasuki dunia cryptocurrency, saya menyadari bahwa harga aset kripto bisa sangat fluktuatif, dan memutuskan kapan untuk membeli bisa jadi sulit. Dengan fitur Auto DCA, saya dapat menetapkan jumlah tertentu yang akan diinvestasikan secara otomatis pada interval waktu yang saya pilih, baik harian, mingguan, maupun bulanan.

Setelah mengatur fitur ini, saya merasa lebih tenang karena investasi saya dilakukan secara konsisten tanpa harus khawatir setiap kali harga naik atau turun. Saya juga menyukai fakta bahwa saya tidak perlu membuka aplikasi setiap saat untuk melakukan pembelian manual; semuanya berjalan otomatis. Dengan cara ini, saya bisa mengurangi risiko membeli pada waktu yang tidak tepat dan tetap membangun portofolio secara bertahap. Hasilnya, investasi saya terus bertambah tanpa stres berlebihan, dan saya merasa lebih percaya diri dalam menghadapi pasar kripto yang dinamis.

11. Dukungan Pelanggan yang Responsif

Saya pernah mengalami kendala teknis saat pertama kali menggunakan aplikasi ini, tetapi tim dukungan pelanggan sangat membantu. Mereka merespons dengan cepat melalui chat langsung, dan masalah saya teratasi dalam waktu singkat. Bagi saya, ini adalah poin plus, karena saya tahu ada tim yang siap membantu kapan pun saya butuh bimbingan atau mengalami kesulitan teknis.

12. Memaksimalkan Pengalaman Trading Dengan Fitur Unggulan Pintu Pro

Menggunakan Pintu Pro memberikan pengalaman trading yang jauh lebih mendalam dan memuaskan bagi saya sebagai trader yang ingin lebih serius dalam dunia cryptocurrency. Fitur-fitur yang ditawarkan, seperti chart analisis teknis yang canggih dan opsi trading dengan berbagai pasangan aset, memungkinkan saya untuk mengembangkan strategi yang lebih terencana. Selain itu, antarmuka yang lebih profesional membuat navigasi terasa intuitif, dan saya bisa dengan mudah mengakses informasi pasar real-time. Saya juga sangat menghargai kecepatan eksekusi order yang tinggi, yang penting untuk menangkap peluang trading dalam waktu singkat. Dengan Pintu Pro, saya merasa lebih percaya diri dan terampil dalam mengambil keputusan trading yang lebih baik.

Yah, jadi pengalaman saya menggunakan Aplikasi Pintu : All-in-One Crypto App sungguh memudahkan. Dalam ekosistem kripto yang kompleks dan sering kali membingungkan, aplikasi ini menawarkan kenyamanan, keamanan, dan fleksibilitas. Dengan semua fitur yang saya butuhkan dalam satu aplikasi, saya bisa fokus pada strategi.

Kita Juga Butuh "Sendiri"


Pernahkah kamu merasa capek dan kelelahan padahal sebelumnya tidak melakukan kegiatan fisik apa-apa? Lelah karena isi kepala sendiri. Iya, lelah karena memikirkan berbagai macam hal di kepala. Yang paling capek biasanya ketika selesai scroll sosmed, setelah itu jadi iri karena membandingkan hidup kita dengan orang lain. Yang paling bahaya lagi adalah ketika hal itu membuat kita inscure. Bahaya kan? Memikirkan sesuatu yang membuat kita over thinking. 

Coba deh, kasi waktu untuk diri sendiri. Bukan menyiksa diri, tetapi coba sejenak saja memberikan waktu kepada diri sendiri untuk bebas dari memikirkan bisingnya dunia luar. Mengistrahatkan otak sebentar saja. Karena kalau terus menerus overthinking, akan membuat hati tidak tenang. Bikin ambisi jadi memuncak. Bikin kepikiran ini dan itu yang selama ini belum tercapai. Kasihani diri kita juga. Sebab terlalu mengejar lalu kurang menikmati juga tidak baik. Sudah dapat yang satu, langsung ingin mendapatkan yang kedua. 

Istrahatlah dulu. Memang benar mengejar impian itu adalah hal yang baik, namun akan jadi salah ketika kita mengejar sambil menekan diri sendiri sampai lupa pada batas kemampuan.

Kita ini manusia, bukan robot. Robot pun perlu dicharge untuk sekedar mengistrahatkannya, apalagi kita. Jangan sampai iri dengan pencapaian orang lain. Sebab sesuatu yang sudah ditakdirkan akan jadi milik kita, tentu akan tetap jadi milik kita, tidak akan tertukar. 

Setelah mengistrahatkan diri, hati dan fikiran, ada baiknya tidak langsung membuat ekpektasi-ekspektasi yang terlalu tinggi. Yang biasa dan sederhana saja dulu, sebab percuma mencapai target yang diinginkan namun tidak menikmati step by stepnya. 

Lalu, setelah kita menyelesaikan tugas, pekerjaan atau apapun, coba deh, beri hadiah kepada diri sendiri. Nah, ketika menikmati hadiah tersebut, coba katakan kepada diri sendiri, "Terima kasih ya, telah berjuang sampai detik ini. Terima kasih karena telah bertahan sejauh ini". Setelah itu, tentu perasaan akan sedikit bahagia. Percaya deh.

Sendiri itu tidak selalu menjurus kepada hal yang buruk. Kadang sendiri itu dapat membuat kita lebih mengenal diri sendiri dan lebih mengetahui batas kemampuan. Kita dapat menginstrospeksi diri sendiri sambil bertanya-tanya, apa yang selama ini menjadi penyebab kita kurang bahagia?. Jika sering merenungi hal seperti itu, yakinlah, hati akan lebih tenang dan berangsur-angsur sembuh jika sebelumnya patah. 


J A R A K



"Mencintai itu susah kalau saling berjauhan, mudah bosannya. Akhirnya tertarik sama yang baru, yang bisa lansung menghibur, bisa diajak makan, jalan-jalan, ketawa bareng dan lain-lain"

Kalimat tersebut rasanya merupakan ungkapan keputus asaan. Sejatinya, mencintai dalam jauh tidak selamanya akan berakhir sengsara. Jika memang bertekad kuat, tentu setiap orang bisa melewatinya. Memang awalnya akan terasa berat. Setiap saat akan ada tuntutan dari hati untuk menerima setiap godaan yang datang. Sebab memang, yang tadinya terbiasa bersama, akan kalang kabut ketika berjarak. 

Itu tergantung prinsip. Sejauh mana prinsip dalam hidupmu mengartikan jarak. Jika lemah, tak berjarakpun akan menjadi bencana. Setidaknya berprasangka baiklah terlebih dahulu sebelum mengkahiri semuanya. 

Jarak bukanlah alasan untuk meninggalkan. Jarak adalah proses pendewasaan. Apakah kita mampu menjaga kepercayaan. Menyingkirkan segala godaan. Melawan segala kerikil-kerikil kecil yang membuat jalan ke depannya sedikit mengganggu. 

Percayalah, setiap waktu yang dilalui dengan rasa kepercayaan, membuat jarak menjadi hal menyenangkan. Kuncinya adalah kesabaran dan rasa saling memiliki yang besar. Jika dua hal ini dapat hadir dalam setiap langkah kita, akan ada jaminan sebuah kebahagiaan dengan jarak. 

Lagi pula, bagaimana mungkin tercipta rindu jika tak ada jarak? Kalau sudah berbicara tentang rindu, maka sang penjajal jaraklah yang jadi ahlinya. Bagaimana tidak, temu yang tertahan membuat rasa semakin bertahan. Tidak jarang jarak menjadi kesempatan untuk mendoakan lebih intim lagi. 

 

MIN 1 POHUWATO, Sekolah Baru, Suasana Baru

 


Awal januari merupakan waktu suka cita hampir semua orang. Ada banyak hal yang membuat bahagia di awal tahun seperti ini. Biasanya karena spirit awal tahun yang merasuk ke dalam jiwa. Rasanya, tahun baru serta awal bulan seperti ini, memang seharusnya kita sambut dengan begitu semangat.

Sayapun demikian. Di awal januari, saya merasakan tambahan semangat. Setelah 3 semester mengajar di MAN Insan cendekia Gorontal0 (MAN ICG), akhirnya di awal bulan ini, tepatnya di tanggal 4, saya memulai pengalaman baru. Setelah diterima sebagai ASN di wilayah Kementerian Agama, saya kebagian tugas di MIN 1 Pohuwato Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo. 

Banyak yang bilang kalau saya mengalami penurunan. Sebab sebelumnya mengajar di tingkatan Aliyah/SMA lalu turun ke Ibtidaiyyah/SD. Apalagi MAN ICG tergolong sekolah bertaraf internasional yang muridnya berasal dari seluruh wilayah indonesia. Sementara tempat baru sekarang ini berada di sebuah kampung yang kalau dibandingkan dengan ICG, sangat jauh perbandingannya.

Mungkin benar, dari standar sekolah saya mengalami kemunduran. Namun saya selalu meyakini bahwa setiap tempat selalu ada keutamaan tersendiri. Ini bukan soal tempat kita berada. Namun ini tentang kita. Sejauh mana kita bisa berguna dan berkembang di manapun ditempatkan. 

MIN 1 Pohuwato memang terletak di sebuah kampung yang begitu jauh dari pusat kota Gorontalo. Perlu sekitar 4 sampai 5 jam untuk bisa sampai di sana lewat jalur darat. Namun, seperti yanag saya katakan tadi, ini bukan tentang tempat. saya selalu bilang, bahwa emas itu di manapun berada, namanya tetap emas. Terjatuh dalam limbah yang kotor atau bahkan dalam emperan sawah sekalipun, namanya tetap emas yang nilai jualnya begitu tinggi. 

Saya tidak mengaku seperti emas. Namun, sebaik apapun tempat kita sekarang, jika kita tetap tidak berguna dan tidak ingin berkembang, tentu saja akan menjadi buruk bagi kita. Jadi, selamat berjuang dan berkembang di manapun kita berada. 

"MENGAJAR", Apa Sebenarnya Yang Dicari?


Desember tahun 2014 adalah waktu terbahagia yang pernah kulalui. Berhasil menyelesaikan studi sarjana di jurusan Pendidikan Bahasa Arab merupakan salah satu pencapaian hebat. Namun, setelah hari itu, semuanya terasa semakin berat. Berusaha menjadi seorang yang berguna di mata keluarga adalah beban terberat. Syukurlah, pesantren yang dulunya tempat saya belajar bersedia menampung. Menjadi seorang pengajar memang merupakan salah satu prospek dari jurusanku sewaktu kuliah. 

Tahun pertama mengajar
Ketika itu saya begitu menikmati menjadi seorang pendidik. Semua hal-hal kecil selalu saya perhatikan. Berpakaian rapi, datang tepat waktu dan selalu tersenyum kepada para murid. Mengajar merupakan hal yang begitu saya senangi waktu itu. Saya selalu berusaha menjadi guru favorit bagi para murid. berbagai metode yang dulunya saya pelajari di kampus, sedikit demi sedikit saya terapkan. Tidak jarang, para murid kelihatan sangat menikmati. 

Tahun kedua.
Tahun ini saya masih sangat antusias dengan proses belajar mengajar. Saya mulai mengembangkan beberapa metode pembelajaran, menggunakan media-media teknologi serta menyelipkan beberapa lelucon di sela-sela mengajar. Maklum, yang saya ajar waktu itu adalah murid-murid kelas 7 dan 8 tsanawiyah atau setingkat dengan SMP. 

Tahun ketiga
Hobi dan kesenangan-kesenangan lainnya mulai kembali saya geluti. Yah, hitung-hitung sebagai penghilang stres. Jadi paginya mengajar lalu sore atau malam harinya melakukan hobi. Saat itu saya masih bisa menyeimbangkan antara hobi dan pekerjaan. Memang terasa nikmat ketika bisa mengatur waktu. 

Tahun keempat
Nah, di sini adalah cobaan terbesar saya sebagai seorang pengajar. Di tahun ini, saya bukan hanya sebagai seorang guru, namun diamanahkan sebuah jabatan yang begitu penting. Di saat yang bersamaan hobi yang kegeluti selama ini begitu menyenangkan. Dengan waktu yang begitu padat dalam pekerjaan serta antusias hobi yang begitu sangat menggoda membuat saya kelabakan. Saya selalu merasa ingin melakukan keduanya dengan maksimal. 

Tahun kelima
Tahun yang begitu berat menurutku sebagai seorang pengajar. Dengan jabatan yang memiliki tugas begitu penting, serta memiliki kelas yang banyak, membuat saya sempat kocar-kacir. Kadang ada tugas yang terbengkalai karena pada waktu yang bersamaan tuntutan hobi yang kujalani juga semakin mendesak. Yah, saya sadar bahwa jangan sampai hobi menganggu pekerjaan. Namun, entah karena pada saat itu saya masih sangat muda dan begitu terpikat dengan sebuah hobi, sehingga menganggu tugas utama saya sebagai pengajar. Walhasil, saya melepas jabatan penting itu. Lalu mulai menimbang-nimbang tentang ke depannya. Akhirnya pertengahan 2019, saya berniat hijrah ke kota lain. Sebab menurutku, semakin berada dalam zona nyaman, maka semakin lemah mental saya ke depannya. Semakin kurang tekanan dalam hidup ini. 

Alhamdulillah saya diterima di sekolah yang begitu terkenal dan begitu disiplin. MAN INSAN CENDEKIA Gorontalo merupakan sebuah sekolah yang sejak kuliah saya sudah amati dan berniat untuk bergabung di sana. Saat itu saya sangat bersyukur sekaligus bersedih, sebab akan meninggalkan kota kelahiran, tidak tinggal bersama keluarga dan hidup sendiri di kota lain. 

Namun, kekhawatiran saya tidak seperti yang saya bayangkan. berada dalam wilayah baru dengan kenalan dan rekan kerja yang baru juga tidak begitu buruk. Alhasil, saya begitu menikmati menjadi pengajar di sekolah ini. Siswa-siswa yang begitu bisa diandalkan, fasilitas serta gedung-gedung sekolah yang begitu mewah serta gaji yang lumayan besar membuat saya betah. 

Selama setahun saya menjalaninya, membuat saya semakin bahagia dan menikmati perjalanan ini. Saya kembali menemukan kekuatan untuk menjadi seorang guru yang hebat. Tidak muluk-muluk, saya hanya ingin menjadi guru yang ketika mengajar semua murid di kelas berbahagia. 

Akhirnya, ketika ada kesempatan untuk mendaftar menjadi seorang pegawai negeri, saya juga ikut mendaftar dan singkat cerita dengan waktu dan pengorbanan yang tidak sedikit, saya lulus dan resmi menjadi abdi negara di sebuah madrasah ibtidaiyyah di Kabupaten Pohuwato Gorontalo.

Tuntutlah Ilmu Walau Dalam Masa Pandemi

Awal tahun pembelajaran biasanya menjadi ajang suka cita bagi beberapa pegiat sekolah, baik itu siswa, orang tua dan guru. Sekolah baru, teman baru, guru baru dan suasana baru menjadi penyebabnya. Akan banyak hal baru yang akan ditemukan. 

Namun, tidak untuk tahun ajaran kali ini. Beberapa bulan terakhir ini kita menghadapi masa yang membatasi kita melakukan banyak suka cita tersebut dan hanya melalukan hal-hal yang terlihat biasa-biasa saja. Sebut saja, "Belajar Secara Daring."

Daring (dalam jaringan) merupakan hal baru bagi kita yang selama ini melakukan apapun secara tatap muka. Sehingga untuk memulainya sungguh terasa kikuk. Permasalahan-permasalahan baru yang mulai bermunculan membuat segala prosesnya menjadi rumit. Jaringan, kuota, gadget serta alat pendukung lainnya terasa begitu berat terpenuhi bagi sebagian orang. 

Mungkin ini adalah sesuatu yang baru bagi kita, namun juga bisa menjadi sesuatu yang menarik. Yah, menarik, jika kita jalani dengan setulus hati. Percaya tidak percaya, kita bisa banyak belajar lewat situasi seperti ini. Bisa jadi yang sebelumnya kaku ketika berhadapan dengan laptop atau gadget, kini sekarang dipaksa dan terbiasa memanfaatkannya. 

Sebagai seorang guru, saya bisa merasakan hal tersebut. Beberapa tahun mengajar secara tatap muka di kelas, kini harus menggunakan alternatif "daring" untuk melakukannya.

 

MEMILIH YOUTUBE DIBANDING ZOOM MEETING 

Beberapa media ditawarkan untuk menjalani aktifitas belajar mengajar saat ini. Mulai dari Zoom meeting, Google Meet, Whatsapp grup, Google Class dan lain-lain. Namun, saya tertarik menggunakan Youtube. Pertimbangan yang saya fikirkan adalah bahwa youtube dapat menjangkau semua kalangan siswa. Tak bisa dipungkiri, tak semua siswa berada dalam keadaan yang mendukung semua fasilitas yang memadai untuk melakukan "daring". Ada yang berada dalam wilayah "susah signal", kuota yang terbatas bahkan gadget yang sederhana. Tentu saja, sebagai pengajar, tak bisa memaksa mereka memenuhi fasilitas dan keadaan.  

Mengapa harus Youtube? 

Dengan fasilitas "Tonton secara offline" dari youtube membuat para siswa dapat lebih berhemat dalam mengikuti pembelajaran. Dapat menyaksikan video pembelajaran di manapun, kapanpun bahkan dalam kondisi apapun. Tentunya, dengan membuat video secara menarik. Mungkin yang menjadi kendala adalah kemampuan guru dalam merancang bentuk-bentuk pembelajaran lewat video, Kuota ekstra yang harus dipersiapkan oleh guru dan komunikasi yang rutin dengan seluruh siswa. 

Dibanding menggunakan media yang sejenis live streaming, tentu saja dapat menghemat dari segi pemakaian kuota dan penggunaan fasilitas gadget. Tentu dapat diketahui bersama, bahwa penggunaan kuota live streaming lebih besar ketimbang mendownload atau bahkan menonton video di youtube. 

 

JANGAN PERNAH BERHENTI BELAJAR

Ungkapan mengenai "Tuntutlah ilmu dari ayunan sampai ke liang lahat" harus kita tanamkan dalam diri baik sebagai siswa ataupun guru. Jangan pernah menyerah dengan keadaan, sebab semuanya tentu akan ada solusinya. Dalam keadaan seperti inipun, seharusnya tak membuat kita untuk bermalas-malasan dalam melakukan proses pembelajaran. Akhirnya, pelajaran yang teramat penting yang dapat kita petik untuk masa pandemi ini adalah pelajaran akan datang dari mana saja. Tak perlu khawatir dan gelisah untuk hal-hal yang akan terjadi ke depannya.


 

Rindu itu Tak Berat, Bangun Shubuh Yang Berat



Bangun shubuh adalah masalah terbesar bagi pemuda. Tidak bisa dipungkiri, kebiasaan satu ini sangat sulit untuk dilakukan secara istiqomah. Banyak hal yang bisa menyebabkan susah bangun shubuh. Kadang ketika tekad sudah bulat dan niat sudah kuat, ada saja hambatan dan halangan untuk tidak kesiangan. Kadang juga, hari pertama kita bisa bangun shubuh, tetapi hari-hari selanjutnya kesiangan lagi.

Padahal begitu banyak faedah bangun shubuh. selain faedah kita bisa sholat shubuh tepat waktu, kita juga bisa merasakan manfaat kesehatan dalam tubuh ketika kita selalu melakukan bangun shubuh. Udara segar yang tak bercampur dengan polusi sangat susah didapatkan, apalagi yang tinggal di daerah perkotaan. Maka solusi agar dapat udara segar yang betul-betul segar adalah di waktu shubuh.

Dalam sejarah islam juga, Rasulullah Saw pernah mengatakan bahwa orang-orang munafik pada masa beliau yaitu mereka yang tidak ikut berjama'ah pada waktu Isya dan Shubuh, waktu Isya mereka baru tidur dan waktu shubuh mereka belum bangun.

Luar biasa ketika kita mampu istiqomah dalam hal ini. Khususnya bagi para pemuda yang merupakan generasi penerus yang dituntut untuk berfikir cerdas, kreatif dan inovatif. Hendaknya bisa secara berlanjut mengamalkan bangun shubuh ini. Sebagai muslim ini adalah kewajiban. Sholat diawal waktu adalah sunnah rasulullah. Maka ada benarnya juga sebuah ungkapan, "bangun shubuh aja susah, bagaimana mau bangun rumah tangga".

Senyuman Palsu Seorang Guru Juga Penting Bagi Siswa

Banyak yang membenci senyuman palsu. Namun kadang senyuman palsu itu dibutuhkan di waktu yang tepat. Sebut saja orang tua kepada anaknya, kepala kantor kepada anak buahnya dan guru kepada siswanya. Kalau ketiga posisi diatas tidak pandai melakukan senyuman palsu dalam artian berekspresi sesuai keadaan hati nya, maka orang-orang yang ada di sekitarnya akan merasa tidak senang.



Kita fokus terhadap pentingnya senyuman palsu seorang guru kepada siswanya. Coba kita bayangkan jika seorang guru dilanda masalah yang besar, kesedihan, musibah, dan mood yang turun lantas menguasai keadaan hati guru itu. Kemungkinan terbesar yang akan terjadi adalah menurunnya semangat seorang guru dalam mengajar, mimik wajah, intonasi suara serta aura yang dikeluarkan guru tersebut akan menurun secara drastis. Kita tidak bisa hindari bagaimana sikap seorang siswa yang melihat gurunya mengalami hal seperti itu. Tentu saja, semngat untuk belajar dari seorang siswa akan menurun juga mengikuti semangat dari seorang guru.. Guru yang semangat dalam mengajar pun, kadang ada saja siswa yang tidak memperhatikan pelajaran. Apalagi jika hal di atas terjadi. Suasana kelas akan menjadi horror, tegang dan terkesan kaku. Sedikit saja hal yang mengganggu bisa membuat pecah keadaan kelas.

Untuk itu, senyum dan keramahan seorang guru dibutuhkan oleh para siswa untuk mengangkat semangat dan memancing rasa ingin tahu mereka tentang pelajaran yang akan dipelajari, walaupun itu hanya sebuah senyuman palsu. Kita sebagai guru tidak sepantasnya membawa masalah keluarga, administrasi, percintaan, maupun masalah dengan seorang teman ke dalam kelas. Itu akan mempengaruhi cara kita menyampaikan pelajaran.

Para siswa butuh seorang motivasi, teladan serta masukan-masukan positif. Bagaimana mungkin akan tercipta motivasi yang menggugah bagi para siswa jika kita sebagai guru tidak mampu menampilkan kesenangan di setiap harinya dalam keadaan apapun. Karena sudah pasti anak-anak akan mengeluh dan merasa malas mengikuti pelajaran. Anak-anak juga akan bertanya-tanya "kenapa dengan bapak/ibu guru hari ini?".

Padahal para siswa datang ke sekolah dengan hati yang berseri-seri, dengan semngat yang membara untuk memperoleh pelajaran yang menyenangkan dan bermanfaat bagi mereka, lantas kita sebagai guru merusak itu semua dengan wajah masam serta tak ada senyum yang kita berikan kepada mereka.

Memang sangat susah untuk tetap ceria ketika kita berada dalam masalah besar, Para siswa tentu akan ikut sedih, tidak semangat serta mood nya turun drastis melihat gurunya dalam keadaan seperti itu. Padahal kita tahu bahwa seorang anak yag beranjak remaja akan mudah sekali merasa kacau dan galau. Jangankan dengan masalah besar, masalah kecil seperti permusuhan kecil dengan seorang teman atau tidak dapat uang jajan akan berpengaruh besar bagi mereka. Apalagi kalau kita tambah dengan muka masam dan cuek yang kita tunjukkan kepada mereka. Padahal mereka memandang bahwa guru adalah seorang yang idealis, dapat dipercaya serta dapat menyelesaikan masalahnya.



Jika kita seorang guru dan sampai saat ini masih bersikap sesuai dengan emosi yang menimpa kita, sebaiknya dihindari dan diubah secepatnya. Kita bisa bayangkan jika kita menjadi seorang siswa yang sejak dari rumah sudah sangat semangat untuk belajar tetapi kenyataan di sekolah, guru yang akan memberikan pelajaran memasang wajah yang masam, cuek dan dengan pandangan tidak jelas. Tentu semngat yang sudah ada sejak tadi, akan menghilang begitu saja.

Kenyataan yang terjadi sekarang ini, kita memilih menjadi seorang guru. Tugas kita tidak terbatas hanya menyampaikan materi lalu anak-anak faham dengan apa yang kita ajarkan. Semestinya kita juga menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif dalam kelas sehingga memicu semangat dan kreativitas seorang anak. Karena jikalau di dalam rumah mereka sudah sering terjadi kekacauan dan kemarahan, lantas gurunya juga melampiaskan emosi dari apa yang dirasakan kepada anak-anak, ke mana lagi anak-anak akan merasakan kenyamanan??

Untuk itu mulai dari sekarang jika kita seorang guru, kita butuh belajar melakukan senyuman palsu kepada siswa kita. Tidak susah kok, dan dampaknya juga akan berdampak bagus buat semngat belajar anak-anak didik kita..

Panas Mengeluh, Hujan Lebih-Lebih

Vi, ayo deh Pigi nonton!!
Edd, Panasna.. Malaska deh..!!

hari selanjutnya....
Vi, Mbami pi nonton, tidak panasmi.!!
Aduh, hujanki, rantasa ki jalanan kah.. Becek,

Yah, begitu lah percakapan yang sering kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kadang tanpa sengaja kita membuat para malaikat di atas sana itu pusing dengan cara ngomong dan tingkah kita. Hari ini bilang suka hujan tetapi besok ketika hujan turun dia mengeluh. Kalau panas minta hujan kalau hujan maunya panas. Bagaimana tidak pusingi malaikat ka.

Walaupun memang secara lahiriyah kita ini manusia yang punya hati yang bisa berbolak balik tiap waktunya, akan tetapi jangan juga maki seperti itu. Maunya kita syukuri saja apapun yang diberikan tuhan sekarang ini. Kalau hari ini hujan, yah hujan-hujan maki, kalau panas, yah maumi diapa, setidaknya cepatki kering cucianta'.


Karena keadaan-keadaan yang berubah-ubah seperti ini tidak nabikin rugijiki. Coba kita fikir para penjual garam yang sering teriak-teriak depan rumahta'.. oee.. ce'la e... Jangan sekali-kali kalian berteriak kepada mereka bosi laloko (semoga hujan) yakin dan percaya kalian akan diburu oleh mereka. Yah, karena setetes saja air yang membasahi garamnya, maka semua garamnya akan mencair dan rugilah mereka. Sehingga para penjual garm keliling akan merasa sedikit kecewa ketika musim hujan tiba. Tetapi mereka tidak mengeluhji, karena mereka fikir akan adaji rejeki yang lain yang akan diberikan oleh tuhan.

Dan sebaliknya, Ketika musim panas, kita sekali-kali tengok penjual mantel (jas Hujan). Apakah dagangannya akan laku ketika musim panas? Tentu tidak kodong. Tetapi mereka tidak kayak kitaji. Mereka tetap tidak mengeluh karena katanya tiap-tiap orang itu beda-beda rejekinya. Lah kita? panas sedikit mengeluh minta diturunkan hujan. Giliran hujanki, eh marah-marah.

Apalagi soal hujan, jangan pernah sekalipun memaki hujan. Karena hujan sesungguhnya adalah anugrah tuhan. Malah kita dianjurkan berdoa ketika hujan turun, karena dalam sebuah riwayat dikatakan, Allah menurunkan rahmatnya bersamaan dengan hujna turun.

Yuk, mari kita selalu mensyukuri apapun keadaan kita.

Istiqomah : Amalan Terberat Untuk Anak Muda


Selamat siang para pembaca.
Alhamdulillah di siang ini saya masih hidup dan masih ditakdirkan untuk menjadi blogger. Walaupun kadang kehidupan bloggerku ini cuma sekedar "ngaku-ngaku" saja ke teman-teman blogger yang lain. Kan keren ketika ditanya sama seorang blogger, Hei Bro, kamu blogger juga?... Iya nih bro.!! hahaha. Hanya sebatas itu. Saya juga tidak tahu menahu tentang trik-trik blog apalagi sampai bisa mendapat pundi-pundi uang lewat blog. yah, paling cuma edit-edit tampilan blog. Rasa-rasanya saya hanya sekedar menulis inspirasi di blog tanpa tau ada manfaatnya untuk diri pribadi saya dan semoga bermanfaat bagi pembaca.

Karena kunci dari kesuksesan itu  harus istiqomah dalam segala hal. Termasuk ngeblog. Dan itu yang susah, kadang-kadang saya nulis di blog sekali seminggu, kadang pula sekali dalam dua minggu, dan bisa juga tidak nulis-nulis selama dua bulan. parah.

Mengapa Istiqomah itu susah?
Ayo bantu saya menjawabnya!!
Istiqomah adalah suatu tindakan yang tidak pernah kita tinggalkan. Apa sih.  Saya juga bingung bagaimana membahasakannya. Eis, Tunggu saya cari di google..

.......................................


........................................


........................................

................................... 72 hours Later ........................................


Setelah nyari di google, tetap saja bingung. Atau begini, Istiqomah itu misalnya jika kita hari ini selalu membersihkan rumah di pagi hari, lalu sampai beberapa bulan bahkan beberapa tahun kita selalu melakukan itu, berarti kita istiqomah dalam membersihkan rumah. Nah begitu.

kita sebagai anak muda penerus harapan keluarga bangsa dan tanah air merdeka perlu punya rasa Istiqomah ini. Bukan hanya sebatas dalam urusan agama, itu sudah menjadi kewajiban bagi kita. tetapi ini menyangkut kehidupan dan keseharian kita. Lawan terberat anak muda saat sekarang ini adalah rasa Istiqomah yang sangat susah dilakukan. Kebanyakan anak muda sekarang adalah mereka yang dalam istilah makassar "Bambang Tai Jangang" (Panas Tahi ayam), ketika diawal-awal semangat tetapi setelah berjalan beberapa hari lantas bosan dan berhenti melakukannya.

Kan kasian ketika Istiqomah ini menjadi penyakit turun temurun untuk adik-adik kita nantinya.
So, mari kita tetap Istiqomah dalam segala hal, utamanya yang berbau kebaikan. Walaupun tidak berbau sih, yang penting itu kebaikan. Hehe.

Mengapa Kita Kesal Ketika Dijelek-jelekkan Orang Lain?

Marah, kesal dan gundah memang merupakan kodrat kita sebagai manusia. Namun, Apa maksudnya kalau kita sebagai manusia merasa tersakiti ketika ada seseorang yang melukai hati kita, entah itu dengan membuat kita tersinggung, mempermalukan kita atau mengambil hak milik kita? Mengapa kita mesti marah, jengkel bahkan merasa terhina dengan itu semua? padahal itu tidak membuat kita berdarah, tidak membuat kita babak belur atau membuat kita mati. Tidak sama sekali, jadi buat apa kita marah.


Kalau kritik, mungkin bisa diterima. Tapi hinaan? Tidak semua manusia bisa terima jika mereka dihina. Manusia tidak pernah mau direndahkan oleh siapapun. Namun, meskipun tidak mau dihina, diantara mereka memiliki respon yang berbeda-beda untuk menanggapinya.

“Kau bodoh sekali! Kau tidak pantas berada di situ, kau kurang ajar, kau tidak pantas mengajar kepada anak-anak sedangkan kau sendiri butuh diajar?”

Hal itu akan terdengar sangat kasar apabila diucapkan kepada seseorang, terlebih lagi jika itu dilakukan di depan teman-temannya, di depan umum. Ucapan ini bisa saja muncul atas dasar ketidaksengajaan atau karena memang terlalu kesal dengan orang yang dimaksud. Namun, tetap saja. Ini adalah suatu hinaan yang menyakitkan. Lalu apa yang bisa kita lakukan seandainya berada dalam situasi seperti ini?

Orang dengan emosional tinggi, marah. Dia akan melawan balik dengan kata-kata yang lebih parah. Perang mulut, atau lebih buruk lagi, baku hantam. Tak ada lain, hal ini akan berakhir dengan suatu kesia-siaan, seperti rasa sakit, kesal, menyesal, dan malu. Jadi jangan jadi seperti ini ya teman-teman.

Orang yang rendah diri akan tertekan. Dia tidak terima dengan ucapan itu. Dia tidak suka. Tapi apa yang bisa dia lakukan kalau semua yang dikatakan itu memang benar? Akhirnya dia hanya bisa tertunduk dan menerima kalau dia memang bodoh. Sisanya, dia akan merenung sendirian dan menangis, lalu benar-benar menjadikan dirinya bodoh seperti yang mereka katakan.

Orang yang cuek, dia tidak belajar. Mungkin sudah menjadi kebiasaannya untuk tidak mau mendengarkan setiap hal buruk yang dikatakan orang lain. Dia memang tidak terpengaruh oleh hinaan itu. Tapi dia juga tidak mau belajar untuk mempelajari dirinya sendiri, apa yang membuat mereka menghinanya seperti itu.

Pernah melihat pacuan kuda atau karapan sapi? Untuk mendapatkan lari yang sangat kencang, hewan-hewan ini sering dicambuk. Terlihat jahat dan menyakitkan, tapi itu memang membuktikan bahwa cambuk itu menggerakkan mereka.

Tidak bermaksud untuk menyamakan manusia sebagai hewannya, tapi cambuk merupakan analogi dari sebuah hinaan. Ketika telinga kita menangkap adanya hinaan, sadarlah bahwa itu artinya masih terdapat hal yang kurang pada diri kita.  Memang terasa sakit, tapi harus menjadi lebih baik lagi.

Beberapa orang menamakan hal ini sebagai dendam positif. Kita menggunakan rasa sakit hati ini sebagai suatu motivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Percuma kita menghina balik orang tersebut jika yang dikatakannya itu benar. Maka, yang kita lakukan adalah segera memberikan bukti bahwa hinaan mereka adalah suatu kesalahan.

Ayolah teman, tak perlu merasa terhina lah ketika dihina oleh orang lain. Jadikan hinaan itu batu loncatan ke arah yang lebih tinggi lagi. orang bilang hidup itu berat. Tapi tidak juga, tergantung pemikiran kita teman. Ini saatnya kita bangkit dari hinaan-hinaan yang membuat kita terpuruk.

Tidak Seharusnya keburukan dibalas dengan keburukan juga.

Komitmen dan Jodoh. Di manakah Posisi Komitmen Ketika disandingkan dengan Jodoh?


Hidup di dunia ibarat sebuah perjalanan singkat yang mengisyaratkan untuk kembali. Yah, pergi untuk kembali, itulah dunia. Entah Sudah beberapa macam cobaan dan ujian yang kita lalui dan jalani dalam mengitari kehidupan ini. Setinggi apapun cita-cita yang kita dambakan ujung-ujungnya wajib kita kembalikan kepada sang pencipta, karena kita sadar kehidupan ini telah digariskan oleh-Nya. Baik itu berupa harta, kedudukan, jabatan, cobaan, keturunan, dan Jodoh.

Saya tak ingin berceramah lebih jauh lagi.
Hal menarik untuk dibicarakan pada saat ini adalah kata terakhir dari paragraf pertama tadi, Yah JODOH. 

Tentunya setiap orang ingin jodoh yang diberikan oleh Tuhan kepadanya adalah orang yang ia cintai. Merupakan kebahagiaan tersendiri menurut sebahagian orang, ketika wanita atau pria yang ia cintai sejak dahulu itu yang menjadi jodohnya. Sampai ada yang mengesampingkan kalimat "jodoh di tangan Tuhan". 

Memang, kita sebagai manusia biasa mampu membuat konsep yang begitu menarik dalam hidup kita. Kita mampu mendesain hidup ini semau kita. Tapi satu hal yang perlu diingat, Manusia hanyalah manusia, manusia bukan maha penguasa, apalagi maha pencipta. Sebaik apapun konsep yang kita buat dalam hidup ini, belum tentu baik menurut Sang Pembuat skenario kehidupan ini. 

Jodoh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang cocok menjadi suami atau istri; pasangan hidup.  Sedangkan menurut Islam, jodoh itu adalah berdasarkan Firman Allah Swt. : Allah subhanahu wata'ala berfirman:" Dan diantara kekuasanNYA ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya,dan dijadikanNYA diantaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir" (QS.Ar-Ruum:21)

Nah, yang menjadi permasalahan banyak orang sampai saat ini, adalah bagaimana kah cara agar jodoh kita adalah orang yang kita cintai?  Apakah perlu sebuah KOMITMEN menjalaninya?

Saya yakin, banyak di antara pembaca yang menjadi korban dengan komitmen tersebut. Komitmen yang awalnya membuat kita berbunga-bunga, tetapi seiring berjalannya waktu, justeru komitmen itu sendiri yang membuat kita sakit hati, galau dan merana. 

Kita membuat sebuah komitmen kepada manusia, yang kita tahu sendiri manusia adalah makhluk yang tidak pernah lepas sekalipun dari sebuah kekhilafan. Ketika kita menjalankan sebuah komitmen, di situlah kadang ada timbul sebuah keegoisan dan melupakan takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Padahal membuat sebuah komitmen kepada pasangan, berharap keduanya mematuhi komitmen itu dan berujung ke pelaminan, itu ibarat kita mengarungi sebuah samudera yang luas menuju sebuah pulau yang jauh tetapi tidak memikirkan apakah kapal kita tidak akan kehabisan bahan bakar, apakah kapal kita kuat atau apakah tak ada badai dan angin topan di tengah samudera. Seolah-olah kita sudah pasti melewatinya. 

Ingat, ada sang Pembolak balik hati mengawasi kita. Kita hari ini tidak mungkin sama dengan kita yang akan datang. Jadi, perlukah komitmen itu?

Perlu tidaknya suatu komitmen dalam menjemput jodoh itu tergantung peribadi masing-masing. Tidak mungkin untuk dipaksakan ke setiap individu. Karena mejadikan komitmen itu sebagai utama dan nomor satu sungguh merupakan kesalahan terbesar. Jangan sampai menomor duakan sang penentu kebijakan yang abadi. Tak perlu menjanjikan sebuah komitmen ketika kita sendiri tak mampu Istiqomah berbuat baik dalam hidup ini. Tulang rusuk tidak akan mungkin tertukar dari pemiliknya. 

Masalah selanjutnya berasal dari pihak laki-laki,  Lantas ketika kita tidak berkomitmen, akan ada orang yang mendahului kita atau istilahnya mengambil jodoh kita. 

Takut? Sebenarnya ketakutan itu berasal dari diri kita sendiri. Semua yang terjadi adalah kehendak-Nya, jadi sekali lagi berharaplah kepada sang pencipta, bukan kepada yang diciptakan. Sebenarnya simpel ketika ada orang yang mendahului kita, itu berarti dia bukan tulang rusuk kita, bukan pasangan yang dikehendaki Tuhan dan bukan jodoh kita. 

Akan ada jodoh yang mungkin lebih baik dari yang kita fikirkan. Karena apa yang kita senangi belum tentu baik  menurut-Nya dan sebaliknya, yang kita benci bisa saja menjadi yang terbaik bagi kita. Sehingga cara terbaik dalam menjemput jodoh itu adalah memperbaiki diri agar bisa lebih baik lagi. Untuk seorang pria, memperbaiki dirinya menjadi seorang ayah yang baik buat anak-anaknya kelak serta belajar menjadi pemimpin keluarganya. Sedangkan untuk wanita, belajar menjadi isteri sholehah dan menjadi ibu yang cerdas bagi anak-anaknya kelak. 

Karena jodoh itu bukan tentang seberapa cepat atau seberapa lambat datang, melainkan jodoh akan datang tepat pada waktunya. Bukan tentang siapa, melainkan yang terbaik. 

KISI-KISI BAHASA ARAB KELAS VII A,B,C, D, E dan F TSANAWIYAH PONDOK PESANTREN ANNAHDLAH LAYANG / SUDIANG

 
1.      Ungkapan-ungkapan
2.      Ucapan perkenalan
3.      Percakapan.
4.      IsmulIsyarah. (Kata Tunjuk)
5.      Muannas mudzakkar.
6.      Kosa Kata
a.       Lemari
b.      Jam
c.       Atap
d.      Sekolah
e.       Kelas
f.       Pulpen
g.      Meja
h.      Bangku
i.        Kursi
j.        Jendela
7.       Keterangantempatmisalnya, Di depan, Di Belakang, Di atas, Di Bawah, Di sampingdll.
8.       Kosa kata warna Biru, cokelat, hijau, hitam, kuning, merah, putih.
9.       Kata ganti personal tunggal yang bersambung
a.  إياي
b. إياك
c.   إياك
d. إياه
e.  إياها
10.  Angka 1-100 dalam bahasa arab.

مَعَ النَّجَاح

Masjid Jin "Tiban" Turen Kabupaten Malang, Kolaborasi antara Santri dan Tentara Jin



Hari itu adalah kali pertama saya menginjakkan kaki di kota Malang, Jawa Timur. Malang memang mempesona, terbukti dengan banyaknya tempat-tempat unik yang bisa kita kunjungi. Waktu itu, saya bersama salah seorang teman yang sudah setahun lebih berada di sana mengunjungi Alun-alun Kota Batu, Alun-alun kota Malang, Stadion Kanjuruhan, Para Layang, Masjid Agung Malang dan terakhir mengunjungi salah satu Masjid yang kalau dilihat dari sejarah serta anggapan orang-orang merupakan masjid yang unik. Mengapa dikatakan unik? Yuk, kita cerita sedikit tentang masjid yang satu ini. 

Mesjid jin Tiban ini berada dalam komplek Pondok Pesantren Biharu Bahri 'asali Fadlaailir Rahmah di kawasan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dinamakan ”Tiban” karena konon, mesjid ini ”tiba-tiba ada”. Sekilas kita melihat nama pesantren di atas, wah panjang yah. Biasanya nama-nama pesantren yang ada di indonesia rata-rata hanya memiliki satu atau dua suku kata. Misalnya pesantren saya An Nahdlah, hanya memiliki satu suku kata. pesantren Tebu ireng yang ada di jombang hanya memiliki dua suku kata. Dan pesantren-pesantren lain yang jarang sekali memiliki nama sebanyak lima suku kata. waw.

Selanjutnya, konon katanya masjid ini dibangun pada tahun 1991 hanya dengan waktu sehari semalam saja oleh tentara jin. Namun, cerita itu tidak memiliki bukti yang kuat karena beberapa traveler ingin membuktikan hal tersebut namun tidak menemukan bukti konkrit. Sebagian orang-orang juga berpendapat bahwa masjid ini dibangun oleh para santri serta kiyai dengan bantuan jin. nah, apapun itu, intinya masjid ini merupakan hasil maha karya para santri entah itu dibangun dengan bantuan jin atau tidak. Selain itu, walaupun masjid ini memiliki tekstur timur tengah, akan tetapi pembangunan masjid ini ternyata tidak memiliki Arsitek. Desain masjid ini hanya berdasarkan petunjuk Kiyai Achmad Bahru Mafdholudin Sholeh yang ia dapatkan dalam sholat istikharah.

Masjid Tiban tidak tanggung-tanggung memiliki 9 lantai yang tidak bisa kita kelilingi dalam beberapa jam saja. Jadi saran saya, kalau ingin berkunjung ke masjid ini, harus betul-betul meluangkan waktu sebanyak mungkin. 

Walaupun memerlukan waktu yang lama, tetapi tidak perlu membawa bekal untuk berkunjung ke sana karena di lantai paling atas masjid ada supermarket dan berbagai macam kuliner disediakan di sana. Tidak ketinggalan ole-ole khas masjid Tiban dan malang juga tersedia di sana. 

Namun, setelah saya berkeliling-keliling mencari area pusat masjid yang sebagaimana masjid-masjid besar lainya memiliki area pusat yang luas yang digunakan untuk sholat serta kajian-kajian, saya tidak menemukannya. Justru ketika saya bertanya kepada petugas letak tempat sholat, saya justru ditunjukkan sebuah mushollah sederhana, yang tidak terlalu luas. Aneh juga yah, di dalam masjid ada mushollah. Hehehe... 

Jadi, ketika teman-teman ingin berkunjung ke Masjid Tiban, jangan menyamakan masjid ini dengan masjid-masjid besar seperti Istiqlal, Masjid Agung, Masjid Raya, Al Markaz dan masjid-masjid besar lainnya. 


Kalau anda tertarik, sekali-kali sempatkanlah waktu anda untuk menyusuri 9 lantai masjid ini. Buat foto-foto pun masjid ini tidak kalah dengan tempat-tempat indah lain karena memiliki latar yang keren serta ala-ala timur tengah. 









Wanita, Perempuan, Cewek mah gitu.



Wanita, Yah.
Makhluk paling sempurna yang menuntut banyak hal. Makhluk paling penuh misteri dan terumit di dunia. Bahkan, ilmuwan perancis pernah berkata "lebih gampang mengerjakan teori relativitas Albert Einstein dalam bahasa batak ketimbang memahami isteri sendiri".

Kalau kalian hafal lagunya Ada Band - Karena Wanita berarti kita seumuran. Hahaha. Bukan itu, lagu fenomenal tahun 2000 an itu sebenarnya keren tetapi sampai sekarang pikiran saya masih mengambang tentang isi lagu itu.

Karena wanita ingin dimengerti... Yah, maunya cuma dimengerti, tak ingin mengerti. Bagaimana mau mengerti, dirinya sendiri saja susah ia mengerti. Lantas ia ingin dimengerti oleh orang lain.

Selain ingin dimengerti, wanita juga memiliki bahasa aneh yang sangat sulit dipahami. Jika kita belajar bahasa Arab atau inggris, tentulah ada beberapa rumus supaya kit bisa mahir mempelajarinya. Bahasa wanita tidak, sepandai-pandainya kalian mempelajari bahasa wanita ini, tak akan bisa kalian pahami. Sebagai contoh, jika kalian bertanya, "Cewek, saya tampan tidak?", terus dia bilang, "tidak", itu artinya tidak (dan jangan bertanya untuk kedua kalinya). Terus, jika kalian bertanya, "sayang, hari ini kita tidak keluar deh. kamu tidak marah kan?". lalu dia bilang, "tidak", itu artinya "iya". Sulit dipahami kan??

Selain itu, ada beberapa hal yang membuat wanita itu aneh dan sulit dipahami.

Wanita itu pendiriannya tidak pasti
Cewek : Sayang, saya bagusnya pakai rok atau pake jeans?
cowok : Rok saja deh. <3 <3
Cewek : Jangan ah, kayaknya saya kurang cocok.
Cowok : Pake jeans saja kalau begitu.
Cewek : Tapi panas..!! -_-
Cowok : .... (Diam)
Cewek : Pake legging saja ah.
Cowok : Boleh..!!
Cewek : Tidak ah, kayak ibu-ibu.
Cowok : Huahhhhh.!! (Baju saja yang dijadikan celana kalau begitu).

terlepas dari itu semua, ada beberapa pendapat wanita yang berusaha membela semuanya.

"Kita sebagai wanita kan memang harus dimengerti, enak saja dia sudah mau jadi cowokku tapi tidak bisa mengerti aku"

"Kalau saya dan cowokku bertengkar biasanya saya yang ngambek duluan, padahal saya tahu aku salah. tapi biar saja dia yang menelpon saya duluan terus minta maaf.

Cukup mengejutkan kan?
Bahkan cewek yang kelihatan tegar dan dewasa pun bisa membuat pernyataan yang kesannya kekanak-kanakkan loh.

Sebenarnya yang membuat situasi itu lebih parah adalah fakta bahwa ketika cewek ngambek itu bukanlah hal yang cukup biasa bagi seorang laki-laki yang mencintai wanita itu dengan sungguh. Bagi seorang cowok, cewek ngambek bukanlah masalah kecil, percayalah. Namun seringkali cewek menanggapi itu biasa. Tidak sedikit pengorbanan besar seorang cowok dan dianggap biasa untuk seorang cewek kan? Misalnya, bagi seorang cowok yang suka bola. Tidak nonton bigmatch El Clasico Barcelona VS Real Madrid demi menemani cewek pergi belanja adalah pengorbanan yang begitu besar. Namun seringkali cewek menanggapi itu biasa saja.

Unik memang namun begitulah adanya. Bahkan ada perkataan cewek yang bikin rasa sabar hilang yaitu ketika dia berkata "Saya tidak pernah minta kamu berkorban seperti itu kok".

Belum lagi, ketika seorang mengeluarkan kata andalannya, "Terserah". Wahh. Entah jawaban apa yang cocok.
Cowok : Hari ini kita makan di mana nih.
Cewek : Terserah.
Cowok : Kalau begitu kita di warung dekat pertamina saja.
Cewek : Jangan, di situ panas.
Cowok : Ooo, kalau begitu kita makan di warung mi pangsit terkenal itu loh.
Cewek : Jangan, saya lagi mau makan ayam nih.
Cowok : $$$$$$%%%%%%

Aneh tapi nyata.

Kopi Dan Kamu, Secangkir Postingan Untuk Yang Tersayang


Perihal kopi,
Aku suka dari jenismu yang tanpa gula
Kamu tahu sebabnya?
Bukan karena takut jika gula itu akan menjadi monster yang perlahan-lahan menghancurkan tubuh
Melainkan, aku suka membiarkan sesuatu yang memang sudah kodratnya pahit tanpa ada kemunafikan di dalamnya.

Aku suka kopi tanpa riasan susu, coklat, ataupun moka
Sebab itu merusak citarasa

Perihal manusia,
Aku suka tipe sepertimu
Kamu tahu sebabnya?
Tanpa pemanis, untuk makhluk yang telah diciptakan manis dari lahir
Dan, pemanis justru merusak estetika

Akan tetapi, aku tak suka kamu dan kopi berpadu dalam satu waktu
Sebab takut memicu cemburu

Aku suka kamu sama halnya aku suka kopi
Kamu tahu sebabnya?
Keduanya, sama-sama memberikanku ketenangan

Kamu tahu bagaimana caranya aku menikmati kopi?
Cukup kopi dan air panas saja
Jadilah kopi yang mantap
Kamu tahu bagaimana caranya aku menikmati hidup?
Cukup aku, kamu, dan waktu saja
Jadilah hidup yang sempurna

Betul kata mba Dee...
"Hidup itu memang kadang seperti kopi, kalau kita tidak tahu cara menikmatinya maka yang terasa hanya pahit".



Kepiting Terenak di Dunia ada di Bone

Kepiting adalah hewan unik. Dia adalah satu-satunya hewan yang tidak pernah maju dan tak pernah mundur, tetapi menyamping. Selain itu hewan ini memiliki rasa khusus jikalau dimasak dan dijadikan lauk ketika kita makan. Kita bisa lihat ada beberapa restoran kepiting tersebar di sekitar kita dan harganya pun tidak main-main, padahal kalau kita lihat isinya, waw sedikit. Namun bagi penikmat makanan, bukan soal banyak, tetapi soal rasa. Berbeda dengan mahasiswa, bukan soal rasa, yang penting adalah jumlahnya.


Berikan aku tujuh pemuda akan kuhabiskan kepiting di Bone
Saya tidak mau bercerita banyak tentang asal usul kepiting itu, karena teman-teman bisa baca asal usul kepiting DI SINI, YAH KLIK DI SINI (Blognya Teman). Kali ini saya akan berbagi cerita tentang perjalan yang beberapa hari lalu saya dan teman-teman lakukan. Sebenarnya bukan perjalanan liburan, tetapi kunjungan ke rumah salah seorang teman yang berduka karena kehilangan seorang Ayah di Bone. Al Fatihah untuk almarhum ayah teman kami.

Perjalanan ke Bone awalnya saya mengira bakal menjadi perjalanan yang sulit karena rute perjalanan dari Makassar menuju Bone terdapat banyak tikungan menurun tajam setajam silet. Eh. Terlebih lagi waktu itu hujan seolah-olah tidak ingin berhenti mengguyur. Jadi kami putuskan untuk melakukan perjalanan dengan santai tidak ngebut-ngebut. Terlebih karena banyak di antara kami yang belum pernah sekalipun melakukan perjalanan menggunakan motor ke Bone, jadi yah begitu lah.

Kami bertujuh, ada Bisma berboncengan dengan Kurniawan, Bos Enal berboncengan dengan Haris Babel, Sofyan berboncengan dengan Mail, dan saya sendirian (hahaha dalam hal beginian pun saya kadang sendirian). Perjalanan kami sedikit susah karena hujan, namun bukan berarti kami benci hujan, karena hujan adalah rahmat, maka kami melakukan perjalanan ini penuh dengan rahmat, Kami syukuri itu.

Tak terasa sekitar 5 jam perjalanan dengan mendaki gunung, lewati lembah sungai mengalir indah ke samudera kami sampai dengan selamat ke tujuan, Rumah yang sederhana tetapi sejuk bagi penghuninya. Begitu juga dengan kami. Kami disambut dengan begitu ramah walaupun sebagian penghuni rumah sudah terlelap karena kebetulan kami sampai pada jam 10 malam hujan, mati lampu serta angin kencang. Bukan hanya keramahan penghuninya, yang membuat saya lagsung betah berada di rumah ini yaitu beberapa saat kemudian kami disuguhi sebuah makanan istimewa yang jarang saya makan di kota. Yah, KEPITING. ada beberapa macam kepiting yang disediakan buat kami. Kepiting rebus, Goreng dan Tumis. Waww.. Selain itu jumlahnya banyak sehingga rasa menjadi urutan kedua dalam hal ini.

Saya baru tau bahwa di desa ini merupakan salah satu penghasil kepiting terbesar di sulawesi selatan. Desa Cenrana namanya, sejuk, adem dan warganya ramah menambah keunikan desa ini. Kita bisa rasakan euforia desa ini ketika berinteraksi dengan warganya. Kembali ke kepiting tadi, ternyata kepiting itu dagingnya akan terasa empuk ketika kepiting itu masih baru, artinya ketika sudah lama mati, seperti yang dijual di beberapa pasar akan beda hasilnya dengan kepiting baru yang baru saja mati lalu kita masak dan itu menjadi ilmu baru bagi saya loh.

Sebenarnya awalnya saya tidak terlalu suka dengan kepiting. Dagingnya sedikit serta butuh perjuangan untuk memakannya membuat saya tidak terlalu menikmati ketika orang di rumah memasak kepiting. Tetapi, setelah ke Desa Cenrana ini barulah saya merasakan nikmatnya kepiting. Dagingnya banyak, Empuk, Gurih, Renyah, serta mudah untuk dimakan karena cangkang yang biasanya keras, ini lunak berkat cara masak orang-orang desa ini. Keren yah. Eh, kok keren, Lezatt deh pokoknya. Baru kali ini saya memakan kepiting lebih dari 10 ekor dalam sehari, waww..

Kalau teman-teman berniat ingin mengunjungi Desa Cenrana ini dan merasakan nikmatnya makan kepiting buatan warga sini. Buruan, sebelum lahan kepiting ini diambil alih oleh orang luar dan dijadikan tempat wisata atau dijadikan gedung pencakar langit . Ah, Desanya sejuk, kepitingnya enak, warganya ramah-ramah ditambah kepitingnya banyak. Eh bukan cuma kepiting, di sini juga ada udang, tetapi bukan udang yang ada di balik batu loh, bukan. Udangnya ini yah sama seperti di tempat kalian, udangnya tidak lurus. Tetapi lagi-lagi berkat racikan tangan warga-warga di sini sehingga udang yang biasa-biasa tadi disulap jadi luar biasa enak walaupun sekedar dijadikan bakwan, ah saya ngiler nulis postingan ini.

Menikmati Tuak Cenning (Arak Manis) Khas Kabupaten Bone. Angkat sekali lagi gelasmu kawan..

Sumpang La'bu, 
Desa Cenrana Kab. Bone, Ada perempuan menggendong anaknya, itu ibunya loh..
Kepiting rasa tak bisa move on. ini kepiting terakhir.
Mari Ngeteh Mari Bicara.. Eh, mari makan kepitingnya.


Walaupun jodoh tak muncul di desa ini tetapi berkat pesona kepiting dan udang yang menyatu bisa membuat kunjungan ke Desa ini begitu penuh kenangan. Alhamdulillah,

Sebenarnya tujuan kami ke desa ini, untuk khatam qur'an yang pahalanya buat almarhum ayah teman kami, dan Alhamdulillah proses khatam qur'annya sampai 2 kali khatam. Semoga ayah teman kami diterima di sisi Allah serta dimasukkan ke dalam surganya Allah. Aamiin yaa rabb.. Allahumma gfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu 'anhu. Allahumma laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinna ba'dahu wagfirlanaa wa lahu..

Saya tadi bilang bertujuh kan?? Padahal cuma enam orang.. Eh ternyata orang ini dihitung dua..